top-image

OLDER ARTICLES

Traffic…

Pekan yang hiruk pikuk. Tepat satu minggu saya menggunakan kawat gigi, tapi kawat gigi ini yang removable atau lepasan, sehingga bisa dilepas bila waktu makan tiba. Dua hari pertama adalah masa adaptasi terberat, karena plat bagian langit-langit dan kawat yang mencengkram gigi geligi rahang atas ini terasa sangat cekat, sehingga bila dilepas gigi terasa sakit dan sulit diajak mengunyah makanan keras. Alhasil terpaksa menelan bubur saja. Tapi ada hikmahnya, saya jadi belajar membuat “bubur bumbu cacaca ala chef Indah” walau belum selezat buatan mama wakakakaka. Hari ketiga sudah bisa makan nasi seperti biasa tapi tetap tidak memakan makanan yg keras atau kenyal dan sulit dikunyah.

…click here to read more

(doh)

Disuruh ngapdet blog ni? wadooh nulis apaan ya, tar malah nyampah lagi hehe. Wokelah, akhirnya saya memutuskan untuk mereview beberapa web bagus untuk pasutri dan keluarga.

http://bayikita.wordpress.com/

Blog yang saya temukan dari hasil blogwalking ini sangat unik dan bermanfaat, bahasanya ringan dan mudah dicerna. Isinya mulai dari cara pengasuhan anak sejak bayi, cara mengasah motorik dan kreatifitas balita. Termasuk juga di dalamnya membahas masalah pasutri, tips seks, menu makanan, sampai penyakit yang sering hinggap pada anak-anak. Namun di posting terakhir ternyata blog ini dipindahkan ke domain yang baru dengan isi dan bobot yang lebih baik ke link berikut ini

http://bayidananak.com/

nah, di web ini bahasan dibagi beberapa kategori antara lain ASI, gigi bayi, kehamilan, kesehatan bayi/anak, misc, MPASI, perkembangan bayi dan anak, serta tips.

http://familydent.blogspot.com/

kalau blog yang satu ini dikelola oleh teman-teman saya dari FKG Unair Surabaya. Blog ini lahir sebagai apresiasi mereka setelah memenangkan KTI (karya tulis ilmiah) mengenai penanganan kegawatdaruratan gigi di rumah. Setelah memenangkan KTI tersebut, saat ini mereka telah memproduksi buku sejenis panduan kegawatdaruratan gigi di rumah beserta CD interaktifnya. Buku yang telah dicetak belum tersebar atau terjual merata di seluruh Indonesia, tar kalau ada pasti saya bantu promosi di blog ini hehehe

(goodluck)

Suatu hari dalam matakuliah Anatomi oleh dr. Mutiara Budi Azhar (semoga Allah meberkahi beliau), beliau menceritakan tentang anatomi rahang manusia. Rahang bawah atau disebut madibulae (mandibular) pada orang-orang zaman dahulu tumbuh sempurna dan menonjol pada angulus dan ramus mandibularis (daerah sudut rahang bawah). Hal ini disebabkan banyak hal, antara lain jenis makanan yang dimakan manusia-manusia jaman dahulu. Makanan yang dimakan biasanya keras dan berserat, seperti yang kita tahu, sebelum ada ayam negri yang gemuk dan empuk, orang jaman dulu memakan ayam kampung yang dagingnya terkenal keras dan kenyal tapi berprotein tinggi. Selain itu masih tinggi minat pada makanan berserat tinggi seperti sayur mayur, jagung, buah-buahan. Dari kebiasaan mengunyah makanan keras tersebut, terbentuklah profil rahang yang kuat dan besar, tekanan kunyah ini menyebabkan pertumbuhan rahang yang signifikan, sehingga ketiga puluh dua jumlah gigi yang telah Tuhan takdirkan pada manusia dapat masuk dengan pas guna menyokong pengunyahan makanan keras tersebut.

…click here to read more

kakiku

Pulang pergi sehari-hari ke kampus biasanya bersepatu. Sepatu yang saya beli terakhir adalah sepatu plastik, karena tahan lama dan tahan air hehe, ada juga sih sepatu kulit tapi dipake dalam momen tertentu saja, sayang kulitnya bagus, hadiah sih, kalo beli sendiri gak ada duitnya. Dalam setahun, bisa beli sepatu sampai dua kali. Bukan karena boros, iseng, atau hobi, tapi memang kaki pemberian Tuhan yang Subhanallah ini menjadikan sepatu saya cepat rusak hehehe, don’t know why. Selain yang ukurannya juga besar di atas rata-rata nomer sepatu perempuan, gaya berjalan dan kebiasaan menekuk kaki, menambah kerusakan sepatu makin cepat

Akhirnya selepas dari kampus, saya sering membawa sendal jepit karet yang lebih lentur dan tahan lama. Senin 25 mei kemarin, saya ke kosan teman buat ngumpulin tugas, lagi-lagi dengan hati riang saya langsung menggunakan sendal jepit merah pujaan ukuran empat puluh ke kaki saya yang lumayan lebar ini. Tanpa disangka, ketika di lampu merah yang kemudian menghijau, sendal jepit saya tiba-tiba lepas, padahal mobil kanan-kiri sudah menderu. Doh, langsung saja tancap gas dan tidak menghiraukan lagi sendal jepit itu jatuh di mana daripada ketabrak mobil hwehehe. Alhasil, sampai di bukit tidak bersendal, dan pulang juga tak bersendal. Sebelum pulang pake acara jatoh lagi dari motor di daerah bukit ituh. Mantap! Lengkap sudah, tak bersendal, kaki sakit, aspal panas wakakakaak  (devil)

Cuma bisa ketawa aja, sambil terus istighfar… kenapa ya hari ini (headspin)

Judul Buku: Negeri van Oranje

NvO

Penulis: Nisa Riyadi, Wahyuningrat, Rizki Pandu Permana, Adep Widiarsa

Harga: Rp.41.600,- (toko buku diskon), Rp.49.000,- (Gramedia)

Dibela-belain deh beli novel ini, gegara ngeliat temen membawa buku ini ke kasir di Gramedia tempohari. Pas disearch sinopsisnya, sepertinya gak mengecewakan, secara ada Andrea Hirata yang ngasih prolog hwehehe.

Membaca cerita beralur mundur ini tidak membosankan, karena kemudian dibuat runut sesuai kejadian. Lima orang mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan S2 di negerinye kompeni ini, ditemukan Tuhan dalam jebakan badai di sebuah stasiun kereta. Lintang, Wicak, Gery, Daus, dan Banjar. Berbeda jurusan, tinggal di kota yang berbeda di Belanda, mempunyai latar belakang yang beragam pula untuk sekolah di Belanda. Lintang yang mendapat uang polis asuransi dari ortunya, Wicak yang sedang dalam pembersihan nama karena bekerja dalam LSM yang mengurusi illegal logging, Gery yang tampan dan loyal melanjutkan S2 karena sudah sedari S1 di Belanda, Daus yang memperoleh beasiswa dari Departemen Agama, dan Banjar yang termakan tantangan dari sahabatnya. Berbagai pengalaman dan romantika kehidupan mereka berkaitan satu sama lain, dibahas dengan bahasa unik, segar, renyah, ringan, namun tetap berbobot. Deskripsi detail kota-kota yang ada di Belanda dan kebiasaan masyarakatnya juga sangat unik diceritakan. Di bagian akhir novel ini juga dikisahkan saat-saat mereka melakukan Europe trip dengan gaya backpacker yang kekurangan duit hehehe. Selamat membaca! Nggak nyesel deh, malah bikin semangat!

(yahoo)

Hari ini salah seorang teman akrab saya datang ke rumah, mo numplang gugling cari beberapa jurnal tugasnya tentang OCO. OCO adalah sebuah merk dagang dari sebuah zat kimia yang sering digunakan dalam kedokteran gigi untuk menghilangkan tumpukan kalkulus pada daerah oklusal. Biasanya dipakai bila kalkulus sudah sangat keterlaluan melekat pada sela-sela fissure dan sulit untuk dikerok. Namun saat ini OCO sudah tidak digunakan lagi, karen zat aktif dalam larutan tersebut bersifat erosif dan merusak jaringan keras gigi. Nah, karib saya ini ditugaskan untuk mencari bahan aktifnya, side effect, dan mengapa tidak digunakan lagi. Sulit sekali mencari dengan keyword OCO ini, sampai akhirnya sang dosen memberi tahu bahan aktifnya sama dengan bahan aktif yang ada di porstex. Setelah dicari, bahan aktifnya berupa hidrochloric acid dan non ionic surfactant. Stop, selesai, tinggal lanjut cari sendiri efek dari bahan-bahan itu.

…click here to read more

Kompetiblog

Sejak kecil saya mempunyai cita-cita klasik yang biasa meluncur dari mulut anak-anak ketika ditanya gurunya ingin menjadi apa bila sudah besar nanti. “Dokter!”. Jawaban pendek nan pasti meluncur dari mulut saya. Dan saya pun melalui masa-masa adolescent dengan bermain dan belajar, lurus aja, ya paling nakal-nakal sedikit. Selain menjadi dokter, profesi guru, pengusaha, peneliti, sempat terbesit dalam otak saya. Sayangnya saya tak sempat memikirkan cara lain untuk menggapai cita-cita saya selain bisa lulus SPMB dan masuk ke jurusan favorit.

Hingga suatu hari saya melihat salah seorang teman dan saudara saya yang mempunyai kesempatan mengenyam pendidikan di luar negri. Mengenyam pendidikan di luar negeri mempunyai nilai prestise yang sangat tinggi di mata orang Indonesia. Diakui bahwa perguruan tinggi di luar negeri, dalam hal ini di ranah Eropa, yang sudah berdiri sejak puluhan bahkan ratusan tahun silam. Sebagai contoh bidang arsitektur di negeri Belanda yang menjadi salah satu kiblat ilmu arsitektur dunia. Sejatinya bukan sekedar prestise, tapi kualitas yang diakui dunia.

…click here to read more

Dua minggu terakhir bolak-balik rumkit terus untuk berobat sekaligus dengan sukarela dirawat oleh sang rekans. Sedikit banyak semangat itu hadir, membasahi ubun-ubun ini tentunya. Bau eugenol, bau anyir, deru mesin bur, denting beradu bunyi instrument saat diletakkan dalam bengkok, seakan bicara, “Ayoo Ndah, kami menunggumu di sini”. Tahun depan…tahun depan.. harus! harus! harus! (gym) …click here to read more

Apakah Anda merencanakan pernikahan dalam waktu dekat ? Jika ya, Selamat !! Tetapi apakah pemeriksaan kesehatan pranikah sudah masuk dalam salah satu jadwal kesibukan Anda menjelang pernikahan ?

Jika belum, JADWALKANLAH SEGERA … !!

Hampir setiap orang menginginkan kebahagiaan rumah tangga yang akan dijalaninya. Salah satu faktor terpenting yang akan menentukan kebahagiaan sebuah perkawinan adalah kesehatan Anda, karena bila salah satu di antara Anda berdua mempunyai masalah kesehatan, maka kebahagiaan tidak dapat dirasakan seutuhnya.

Menurut WHO (World Health Organization), keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang harmonis, yaitu keluarga yang sehat dalam arti fisik, psikologis, sosial, spritual. Karena itu disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum memasuki jenjang pernikahan guna mewujudkan keluarga yang berkualitas.

…click here to read more

School Tot Opleiding van Indische Tandartsen (STOVIT, 1928-1942) sekolah khusus untuk dokter gigi setempat semasa Indonesia masih dijajah Pemerintah Hindia Belanda. Sekolah ini dimulai pada 28 September 1928.

…click here to read more

Page 4 of 18:« First« 1 2 3 4 5 6 7 »Last »
bottom-img