top-image

OLDER ARTICLES

DSIM

Nonton tv tiap hari kan? Nyaris tiap hari pula melongok ke koran atau e-paper kan? atau paling tidak melongokkan kepala ke berita berjalan yang ada di baris bawah beberapa tv swasta, mungkin juga sekedar berbagi gosip ke teman kanan dan kiri, status facebook, twitter atau plurk. Bencana kebakaran melanda sejumlah daerah Indonesia, mulai dari dua-tiga rumah sampai ratusan, mulai dari rumah pribadi sampai kios pasar di tempat wisata. Dari tanah longsor dan baru-baru ini terjadi gempa. Retakan lempeng bumi yang terus bergerak sedang menyatakan bumi ini HIDUP!! seperti judul tulisanku sebelumnya “earthquake” yang malah saya terjemahkan menjadi sensasi hati luar biasa sakit dan panik heheheh

Pastinya tadi malam, keluarga jauh yang tinggal di Sumatera Barat tidak dapat dihubungi. Melalui berita di tv mengabarkan bahwa tadi malam sebagian daerah gelap gulita karena terdapat kerusakan di pembangkit listrik. Telpon rumah dan hp pun masih belum bisa dihubungi. Pagi ini gempa juga masih menggetarkan sejumlah daerah di Jambi dan mentawai dengan kekuatan getar variatif.

Dan tadi malam, kota Palembang juga diramaikan dengan terjadinya kebakran di daerah Simpang Sungki, Kelurahan Ogan Baru, Kertapati. Berita lebih jelas dapat dibaca di sini

Untuk itu, Dompet Sosial Insan Mulia (DSIM) bekerjasama dengan Komunitas Blogger WongKito menghimbau kepada rekans sekalian untuk  menggalang dana bagi korban bencana alam Sumatera Barat dan korban kebakaran di Kelurahan Ogan Baru Kertapati Palembang. Baca di sini

Dibalik semua bencana yang terjadi, hendaknya kita di tempat yang aman ini banyak-banyak bersyukur dan memanjatkan doa bagi yang terkena musibah, serta sekuat tenaga membantu korban bencana. Sedikit receh yang anda sisihkan, sangat bermanfaat bagi mereka. Coba kamu bayangkan seandainya kamu adalah korban bencana tersebut, tentunya sangat mengharap bantuan

sendiri

Sungguh! jiwa ini sedang terguncang,
terguncang hebat,
retakan lempeng hati ini sedang menunjukkan tanda-tanda kehidupan,
bergerak dan menimbulkan guncangan.
Begitu tiba-tiba hingga sulit bernafas.
keringat dinginku mengucur,
secara akut pula tubuh ini mengalami imunosupresif,
dan aku melindungi diri dalam tebal selimut malam itu.
Tuhan, dosa apa yang aku lakukan,
ampunilah.. ampunilah.. ampuni hamba..
Sungguh lancang hamba bergaul dengan hati
Terlampau baik prasangka hamba pada orang.

Setelah badai hati itu,
ada embun yang membasahi kekeringannya,
tapi tak pernah cukup, ingin kusudahi.
Aku ingin berhenti menjadi orang baik.


(okok)

KCB 2

Sebelumnya, saya mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1430 H, mohon maaf lahir dan batin, semoga jiwa-jiwa kita kembali fitrah dan dapat bertemu dengan Ramadhan tahun depan.. amiin.

Syahdu dan penuh hikmah novel karya Habiburrahman El Shirazy yang luar biasa, sekuel Ketika Cinta Bertasbih yang telah tamat saya baca kira-kira dua tahun yang lalu, memperkaya khazanah keindahan ilmu dunia Islam yang meluas dan selalu cocok ketika diintegrasikan dalam kehidupan di zaman apapun. Selamat saya ucapkan kepada segenap seniman yang menggarap film KCB. Begitu banyak sisi lain Islam yang bisa dibagi ke masyarakat umum.

Bagaimanapun cantiknya film KCB 2 ini, saya tentunya boleh dong ambil suara membagi-bagi perasaan dan pengalaman serta pendapat saat menonton KCB 2 ini, sama halnya dengan sahabat saya yang sudah nonton sebelum lebaran hehe, peace bro!

.’. Masuk di menit-menit pertama, saat pembagian hadiah, Husna tampak begitu syahdu membacakan puisi, namun kenapa kesyahduan itu ada di awal, padahal jiwa saya belum siap untuk menerima bait-bait manis yang dibacakan Husna. So, kesan saya: waduh belum apa-apa sudah ada yang nangis! (hassle)

.’. Setelah mendengar pendapat ibu-ibu yang ngomongin si Azzam, malah jadi meninggalkan kesan: kalau sudah selesai kuliah harus cepat-cepat menikah (doh)

.’. Sumpah! Aku suka banget sama salah satu OST KCB 2 ini yang dinyanyiin Melly Goeslaw judulnya Haramkah! :-)) Sound-soundnya juga enak didengar, tapi latar suara ketika Azzam bersalaman dengan pengantin seharusnya dibuat lebih dramatis lagi hihihi :-D

.’. Adegan saat ibunya meninggal sukses membuatku merinding. (applause)

.’. Deskripsi saat membaca novel dan menonton versi layar lebar tentunya akan beda sudut pandang. Misalnya, apa mungkin hanya dalam beberapa minggu saja seorang pengusaha bakso bisa buka cabang dan mempunyai mobil. Kesannya agak kurang singkron  saja waktu-waktu yang dilalui azzam dan hasil yang dicapainya. Namun dalam scene Azzam yang sedang berusaha merecovery kesehatannya, yang gambar-gambarnya dibuat cepat, dan tahap-tahap yang ia lalui sampai kakinya nyaris sembuh, lebih masuk akal daripada scene Azzam sukses jadi pengusaha bakso.

eemmm minum kopi dulu, sambil mengingat apalagi yang spesial dari film ini..

.’. Tentunya ada deep hikmah lain yang bisa diserap, lebih dari sekedar berbagi deskripsi. Ketekunan dan keuletan Azzam, rasa cinta pada keluarganya, kesabaran Azzam dalam menghadapi ibunya yang super cerewet (menurutku hehe :-D , kesabarannya dalam mencari jodoh, sifat tidak kenal putus asanya, tali silaturrahim yang senantiasa ia eratkan, serta keikhlasan yang luar biasa saat mengetahui Anna akan menikah dengan sahabatnya sendiri. Satu hal, bahwa kita tidak pernah tahu rahasia Allah, kita tidak tahu kapan kematian itu akan menghampiri kita, persiapan macam apa yang sudah ada bila ternyata besok kita sudah dipanggil Sang Khalik. Begitu cantiknya Ia mengemas hadiah untuk hamba-hambanya yang sabar dan bekerja keras, jadi teruslah berjuang dan jangan kenal putus asa, karena pertolongan Allah itu dekat.

Ini pendapat saya yang sudah membaca novelnya terlebih dahulu, so ada pendapat lain yang baru pertama kali menonton KCB tanpa membaca novelnya??

(scenic)

Rasanya manis-manis

bukan gula.

Rasanya asin

bukan garam.

Berasa dan nyata,

tanpa batas kata.

Hingga hilang di perbatasan.

Masih berdiri di sini sampai lelah,

berasa tapi tak nyata.

Masih indahkah bunga itu, mekar di taman hati.

Kini layu tak bernyawa, habis.

Dan angin menerbangkan sisa-sisa kehidupannya.

Lagi mellow… :-(

Alhamdulillah, tanggal 21 kemarin, tepat sehari sebelum puasa, saya sudah sampai di rumah lagi, selesai sudah masa kkn dua bulan. Terlalu banyak hal yang berkesan selama di sana. Dan seperti biasanya, yang terakhir adalah yang selalu berkesan. Perpisahan tanpa air mata, layaknya sayur campah (tawar.red). Seolah ironi dan kondisi perpisahan adalah nilai berat dari ujian pengabdian selama dua bulan, apakah kami berkesan, apakah kami berarti, atau malah disyukuri kepergiannya. Dan kami mendapatkan mata-mata bening mereka memerah dan berair, subhanallah…. Sama sekali kami tak berharap tangisan, tapi arti kesan ketika kami harus berpisah.

Tiba di kantor camat untuk serah terima mahasiswa, ada dua anak kecil yang sudah sampai duluan di sana, dialah Wahyu dan Raka, seolah tak mau ketinggalan langkah terakhir kami. Perasaan yang tak bisa diukir dengan kata-kata, air mata haru banjir, tumpah ruah di kantor camat dengan para orang tua tiri kami (bapak dan ibu kades). Tak disangka, akhirnya saya menitikkan air mata juga, hahahaah dasar cemen!


KKN UNSRI

Akhir-akhir ini mendengar dendangan dMassive “Jangan Menyerah” sedikit banyak telah sukses membuat air mataku berkali-kali turun. Dan berkali-kali pula aku bertanya-tanya pada Tuhan. Berkali-kali pula aku seakan kehilangan diriNya dalam tatapan mata dan langkahku.

Tuhan, ijinkan aku bertanya pada Mu, dan jawablah dengan jawaban yang mampu aku pahami. Sekarang aku sudah menjadi anak manis, pulang sebelum jam delapan malam, dan mandi sebelum magrib. Aku selalu di rumah bila tidak ada hal yang penting mendesak di luar sana. Mengerjakan pekerjaan rumah, belajar dan beribadah lebih banyak. Tapi mengapa satu doa yang selalu aku panjatkan setiap hari selama satu semester ini tidak kunjung Engkau kabulkan. Kemanakah Engkau, Tuhan?? Aku sudah menanggalkan segala rutinitas yang memuaskan hati dan pikiranku di luar sana, aku turuti semua keinginan orang tua. Tapi mengapa, Tuhan?? Mengapa?? Sebegitu keras kah beban yang harus aku tanggung? Mengapa Engkau enggan mengabulkannya?? Tidak mungkin aku tidak merasa putus asa… Tidak mungkin aku tidak bersedih… Tidak mungkin aku dapat tersenyum… Tidak mungkin aku memiliki energi lagi untuk bangkit… Pergi pula semua orang yang aku harap dapat mendukung dan menopang kembali semangatku… Pudar pula prasangkaku padaMu.. Bagaimana, Tuhan?? Berdosakah aku mengeluh padaMu?? Tak dapat pula aku mengeluh pada batu, tak jua pada pohon kayu, atau datang pada cemara layu..

Semingguan ternyata blog ini sudah jablay. hehehe baru seminggu, padahal banyak yg sampai bulanan blognya jablay. Banyak hal yang dapat diceritakan selama beberapa hari KKN ini, mulai dari salah satu teman di kelompok lain yang kehamilannya mengalami kontraksi sampai dibopong ke rumah bersalin di Kayu Agung (walau gak jadi melahirkan), Pak Camat yang tidak suka dengan gaya KKN mahasiswanya, teman-teman yang bisa meramal, naksir anak Pak Kades, cerita hantu, rindu pacar, minta dana buat acara agustusan, nonton boys before flower, pedekate, OT-an, dicuekin, berantem, waaaahhhh macem-macem lagi. Alhamdulillah kelompok saya netral, gak ada yang gontok-gontokan.

Ceritanya teman satu kelompok saya ada yang bisa meramal, dan menceritakan juga mengapa kemudian dia bisa meramal. Lalu ternyata di kelompok lain juga ada yang bisa meramal, kemudian bertemulah dua orang peramal ini, dan saling meramal hahahaha, lucu deh, peramal minta diramal. Ada juga temen dari kelompok lain yang naksir sama anak pak kades kami. Kebetulan putri sulung pak kades ini sekolah di SMA dusun sebelah, jadilah mereka bertemu ketika perkenalan mahasiswa KKN ketika penyuluhan. Haaahhh cinta bersemi diperdusunan wakakaka

Beberapa malam ini juga keluar rumah untuk menghadiri acara tahlilan tidak jauh dari rumah. Ketika pulang, ada sesuatu yang begitu indah, sangat luar biasa, dan cantik. Dialah bintang gemintang di langit gelap malam, langit gelap yang minim radiasi cahaya-cahaya lampu, sehingga kerlip bintang yang kecil sekalipun nampak seperti tebaran permata di langit gelap. Indaaahhh sekali, subhanallah. Hingga genap rindu-rinduku

(heart) (heart_beat) (heart)

Oiya, satu lagi, HP kesayanganku, SE K550i telang lenyap dicopet di kelurahan Timbangan, Indralaya, saat hendak ganti oplet, huhuhu sediiiiihhhhh banget. Next, mudah-mudahan saya bisa mengambil hikmah sebanyak-banyaknya, dan hp yg hilang bisa diganti dg yg lebih canggih hahaha

(hassle)  amiinnn

Jadwal kemarin adalah penyuluhan kesgilut (kesehatan gigi dan mulut) untuk orang tua dan bumil (ibu hamil) di Posyandu desa. Sehari sebelumnya kami membungkus biskuit mari untuk MPASI (makanan pendamping ASI), kemudian bu bidan mengusulkan agar kami menambahi dengan bubur kacang hijau. Sore itu sudah pukul setengah lima lewat, nyaris pukul lima sebentar lagi. Wah, waktu yang mepet sekali untuk segera ke pasar membeli perlengkapan membuat bubur kacang hijau. Alhasil tanya sana sini, mencari warung yang menjual perlengkapannya seperti biji kacang hijau, gula merah, gula pasir, dan santan serta plastik pembungkus. Sayangnya tidak ada yang jual kelapa parut di sini. So, kedudukan santan diganti dengan susu kental yang sedikit dicairkan.

…click here to read more

Istilah shock culture ini saya dapat dari hasil blogwalking beberapa tahun silam, dan masih ingat dalam kepala. Inilah yang saya rasakan di dua pekan kedua masa KKN di dusun. Sedikit perbedaan adat istiadat ini yang membuat saya agak ‘annoyed’, merasa kurang nyaman, bahkan untuk mengambil hikmahnya.

Ceritanya berawal dari undangan menghadiri acara pesta pernikahan di dusun kami. Jumat malam sebelum pesta hari ahad, kami diundang acara “nginai”, isitilah memakaikan pacar merah pada pengantin.

…click here to read more

KKN tidak begitu menyeramkan dan tidak menakutkan, bisa diartikan sebagai: “Liburan panjang selama dua bulan di rumah nenek”, hehehe. Alhamdulillah kami berkesempatan mendapatkan kediaman kepala desa tanjung agas yang sangat cukup nyaman untuk kategori KKN di dusun. Rumah panggung dua lantai yang kami tempati di lantai atas cukup nyaman, satu kamar untuk tiga orang laki-laki dan satu kamar lagi untuk empat orang perempuan, serta ruang tengah yang luas dan nyaman untuk ngadain acara dan rapat. Masyarakatnya juga lumayan tanggap atas kehadiran kami, terlihat dari hadirnya sebagian besar perangkat desa dan karang taruna pada acara perkenalan dan ramah-tamah mahasiswa KKN kelompok kami pada Selasa malam (29/08). Bahkan, lebih dari itu. Anak-anak gadis di sini agresif banget. Dengan hadirnya seorang Ari (teman satu kelompok kami yg rada charming), maka banyak yang bertanya nomer hapenya hehehe  (doh)  cape dee…

Berbagai kegiatan sudah dilakukan di sini. Mulai dari pembaruan tugu pembatas desa yang dicat ulang, pembuatan plang papan nama para perangkat desa, laporan ke puskesmas dan posyandu, pengajian ibu-ibu, maen volley sama anak karang taruna, berkunjung ke desa tetangga, membuat kelompok bermain dengan anak-anak di dusun tersebut.

Saya sendiri sempat sekali pulang ke rumah tanggal 5 Juli, coz ada sepupu yang nikah, tapi PP dalam sehari. Lumayan capek banget, capek nungguin bisnya gitu. Hari selasa 7 Juli kami memutuskan untuk pulang semua dengan alasan besok mau nyontreng, dan kembali lagi ke dusun hari kamis. Alhamdulillah everything lancar..

Dan sekarang bersiap-siap menjalankan program kerja profesi untuk hari senin. Mulai dari penyuluhan di puskesmas, penyuluhan kesehatan gigi dan mulut (kesgilut) di SD, pemeriksaan DMFT (decay, missing, filling tooth), sikat gigi massal, dan penyuluhan buat ibu-ibu, anak-anak dan lansia di posyandu. Dan kegiatan-kegiatan yang gak penting-penting amat macam menghadiri acara syukuran sunatan, nerima lamaran, nginai, dan menghadiri acara kawinan. Pake acara disuruh nyiapin lagu buat nyanyi di acara kawinan besok lagi (doh) lagu dangdut bo’!! Temen-temen semua pada bergidik hehehehehehee (lmao)

Satu hal lagi yang amat menyenangkan yaitu, pas sampe di dusun hari kamis aku ngecek sinyal Smart di sini, dan ternyata ada….. horeeeeeeyyyy bisa ngenet di dusun, dapet hotspot di dusunnn jyee..jye..jye… (yahoo)  (dance)   (banana_rock)   (banana_cool)   (evil_grin)

Page 3 of 18:« 1 2 3 4 5 6 »Last »
bottom-img