top-image

OLDER ARTICLES

Merasa jauh…

Mengapa kita tidak seakrab dulu?

Semua boleh berubah,

dan perubahan itu membuatku kehilangan (lagi) satu sosok ‘kakak’

;-) :-( (tears) (okok) (doh)

Dapat forward dari milis sebelah… (asli, ini ku copas abis! *lagigakadaidebuatpostingbaruhehehe*)


for me its very good reason to ask someone to marry with…
whould you marry me ? ………. huaaaaaaaaaa
cut cut cut ….. manaaaaaaaaa expresinyaaaaaaaaaaaaaa

…click here to read more

“Ini adalah sebuah kebodohan terbesar”, umpatku berkali-kali. Ini yang kali keduanya terjadi di leppyku, dan yang kesekian kalinya dari pc sebelumnya. Yak! gagal booting! BENCI banget! Harddisknya tidak terbaca. Saya gak yakin kalau gak terbaca, karena minimnya pengetahuan saya, akhirnya saya konsulkan ke Mas ‘Au untuk ‘diterawang’ kira-kira rusak dimananya. Ya, HDnya gak kebaca, eh pas dibuka tempat dvdnya *twewewww.. sekumpulan semut cilik nyempil di sana. Hadooohh sangat manisnya kah saya, sampai-sampai semuts ini naksir berat sama saya dudul (idiot) . Menuruti saran dari masaw, sampai di rumah saya coba jalanin cd ubuntu, siapa tau bisa baca HDnya dari situ, eh ternyata gak bisa juga. Langsung ambil langkah seribu, bersegera ke service center hp di jalan dempo luar, dan leppynya ditinggal dulu barang tiga hari. hmmh… :-(

Perasaan saya lagi kacau, antara penyesalan dan marah bukan main, bukan pada siapa-siapa, tapi pada diri sendiri. Beberapa minggu ini saya sedang mengejar deadline sampai bab tiga, masih tersandung di teori dan metode, sedikit lagi. Rencananya rabu ini akan diserahkan kepada pembimbing. Yang sangat saya sesalkan adalah belum sempatnya saya membackup semua tulisan dan bahan jurnal pendukung, *kalut mode ON*. Ditambah lagi saya tidak bisa berkonsentrasi sempurna dengan adanya tamu jauh *ini bukan inti permasalahan, suer!* Padahal saya sudah menyiapkan dua flashdisk untuk membackup tulisan dan jurnal-jurnalnya. Mungkin saya terlalu nyaman dengan jendela tujuh yang elegan itu, cih!. Apa ya penyebabnya? kalau ternyata masalahnya karena software, sumpah tidak akan memakai sistem operasi jendela lagi untuk menu utama leppy saya. Daripada menyesal berkepanjangan, lebih baik sholat tobat deh, sambil berdoa semoga data penting saya bisa diselamatkan.

Hope it so much! (worship)

Jangan sampai harus menangisimu untuk yang kedua kalinya,

atau sampai terkapar sakit karena menahan beban pikiran.

Cukuplah sekali itu saja,

menyelesaikan langkah kecil yang keliru, walau takut berharap,

dia tidak dapat dibohongi,

ia cuma mampu berujar, “Sabar..”.

Dan ia akan sekuat tenaga mengusir memoriamnya, tak disangka kecewa dua kali.

Untunglah, dia tidak jauh berjalan sehingga tak kehilangan jejak untuk kembali mundur.

Menghentikan waktu bukanlah kesanggupanku, pun harus menjangkau waktu yang ada di depan.

Dialah ‘hati’, yang saat ini membiru, membekat pukulan hidupnya.. telak!

————–

menyabarkan hati yang gundah (lonely)

Saat menulis posting ini, saya barusan saja membaca komentar-komentar teman-teman dalam sebuah tret yang cukup eyecatching setelah mengikuti puluhan komentar di bawahnya. Entah disadari atau tidak oleh mereka, bahwasannya komentar seperti itu akan dibaca oleh orang sejagad raya bodoh! hahahahaha (idiot)

gambar diunggah dari gugel

Buat saya terserah saja, toh seharusnya mereka tahu hal itu. Nggak salah, kalau bisa ada orang yang tersinggung, ‘merasa’, atau bahkan retak hubungan pertemanan hanya gara-gara ’status’ dan ‘komentar’. Baru-baru ini juga ada teman yang diremove dari friendlist temannya, sampai sempat bertanya-tanya, kira-kira apa gerangan hal sampai ia harus diremove? Nah, betul lah ungkapan ‘mulutmu harimaumu’ atau ‘mouse dan keyboardmu jangan sampai jadi harimau mulut’, yang penting sikat gigi minimal dua kali sehari *Lho??!*  (haha)

…click here to read more

Sebut saja Mimi nama panggilannya. Hingga pada jumat siang, saya dihubungi Zali, teman saya dari kampus sebelah, menanyakan sekiranya saya bisa menampung temannya dari Binjai Sumatera Utara untuk dijemput di bandara sekaligus numpang menginap di rumah karena beliau akan mengikuti tes yang dielu-elukan manusia sejagad nusantara, C-P-N-S. saya buat dg huruf terpisah dengan harapan tidak muncul di searching engine begitu orang mengetik cpns hehehehe *ngarang mode ON. Beberapa hari ini saya menemani Mimi jalan-jalan, ya selayaknya orang yang belum pernah ke kota pempek ini, mulai promosi tempat wisata, promosi keindahan sungai musi (bila air sungai lagi pasang hehehe), foto-foto, dan cari oleh-oleh. Ketika kami bermaghrib di Masjid Agung, saya bertemu dengan adik tingkat yang juga sedang bernasib sama, membawa rombongan peserta tes hehehe. Kali ini asal mereka dari lampung tapi tesnya di Ogan Ilir. Kemudian kami saling berkenalan dan bertukar informasi. Luar biasa memang perjuangannya, dan kami bersyukur sangat saat ini dalam kondisi yang terpenuhi segala kebutuhan kuliah tanpa perlu pontang panting mencari rupiah *sambil ngebayangin beberapa tahun lagi nguli di gigi orang hihi

Kalaulah dari Sumut terbilang jauh, ternyata peserta lain juga datang dari Jogja, hehehe, jauh-jauh merantu buat ikutan tes. Tapi bila dilihat latar belakang pendidikannya wajarlah, selain masih jarang, saya pikir pendidikannya juga unik (ini bukan tentang Mimi, tapi orang lain yang ditemui di lokasi). Basic pendidikan beliau adalah pendidikan bagi anak-anak autis. Di Indonesia, masih terhitung satu tangan tempat-tempat yang menyelenggarakan pendidikan bagi guru untuk anak autis, dan alhamdulillah sekarang sudah mulai jadi perhatian pemerintah untuk memberikan fasilitas bagi posisi tersebut.

Mungkin karena saya belum mencicipi dunia kerja yang kejam, sehingga kadang tak habis pikir mengapa orang mau merantau jauh-jauh untuk menempuh tes C-P-N-S. Teman saya yang lain dengan kobaran semangat yang tinggi mengikuti tes di tiga tempat, yaitu hari sabtu (7/11) tes di Bengkulu (sorenya langsung balik ke Palembang), lalu ahad (8/11) tes di Palembang, dan akan segera pulang ke Binjai karena pendaftaran akan ditutup tanggal 13 Nov. Waah.. ngejer target nih, hehehe. Anyway, saya melihatnya itu sebagai ikhtiar, apapun komentar orang tentang mental pegawai negri, mudah-mudahan dengan masuknya generasi muda yang lebih kritis dapat menjadikan Indonesia lebih baik.

Ini adalah catatan (yg dikopi dari notes di FBnya) seorang dokter gigi yang saat ini bertugas sebagai dosen saya sekaligus ibu rumah tangga muda dengan seorang anak yang lucu. Saat membacanya, saya seolah merefleksi kenalan-kenalan drg lain yang kira-kira posisinya sama: dokter gigi, ibu rumah tangga, aktif, dan masih muda. Salah satu catatan mereka telah saya dapat ijinnya untuk dipublish (dicopas/ditempel abis) di blog saya. Sekedar intermezo, dengan banyaknya pilihan hidup!

————————————————————–o

Catatan by Ny.Asti Haikal drg, MM.

…click here to read more

Alhamdulillah, setelah perhelatan Pesta Blogger 2009 di Palembang berupa Blogshop dan Gathering yang telah rampung pada tanggal 8 Oktober 2009 silam, sejumlah kejadian dan reportase keseharianku belum sempat tertulis lagi. Ini malas nulis atau malu nulis hehe.

indah aka. jasmine bersama homok WK ^_^

Karena beberapa kesibukan, saya gak bisa bantu mbak Lies dkk untuk turut serta bersumbangsih ide pada acara Blogshop PB 2009 di Palembang. Alhamdulillah ada waktu bisa bantu sedikit-sedikit. Dikasih amanat jadi co-tutor blogshop seneng juga. Tapi pelatihan online gini memang satu kendalanya, tak lain dan tak bukan adalah akses internetnya. Dimana sekitar 50 peserta lebih online di web yang sama, login bareng, ngecek e-mail bareng dll, sehingga banyak peserta yang susah login hhehe, kesian pesertanya sih, mereka sudah sungguh-sungguh belajar step by step, but alhamdulillah akhirnya masalah koneksi bisa diatasi. Yang paling antusias tentu panitianya, mulai dari kedatangan Anthony Bianco, bule asal Aussie yang ber-backpacker-ria ke seluruh Indonesia juga dalam rangka mengikuti Pesta Blogger, serta support dari kedubes US. Malamnya ada acara meet ‘n greet blogger Palembang, yang intinya makan-makan.. eh salah dink! Malam itu juga ada live streeming dari Sonora FM membicarakan perkembangan blog, jejaring sosial, dll. Setelah itu ramah tamah dengan panitia PB pusat, perwakilan kedubes US, Anthony Bianco, Blogger luar Palembang, ada games dll. Pokoke rame, dan setelah ditelpon mama dua kali aku sampai dirumah jam 22.20 sampai dengan selamat. Makasih buat Yoko!

sertifikat

Wokeh, selesai satu gawean, ternyata besoknya diajakin lagi jalan-jalan ‘n perpisahan sama si bule, tapi beribu maaf saya gak bisa datang. Lanjut tanggal 10-11 okt ‘09 diajakkin panitia Seminar PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) cab. Palembang untuk bantu-bantu. Walau cuma ‘bantu-bantu’, tapi saya cukup senang, soalnya bisa dapet kredit SKP panitia dan peserta sekaligus (gak bayar je hehe). Mulai dari preparing seminar kit, buatin digital print spanduk, nyiapin perangkat presentasi, ngumpulin bahan presentasi dari para pembicara. Yang paling saya sukai adalah saya berkesempatan ngobrol dengan para pembicara yang notabene ahli dalam bidang-bidangnya, misalnya drg. Anggraini Afdhal yang konsen pada dunia endodonti yang sudah digelutinya selama 9 tahun. Sambil melongo, saya bilang “9 tahun??” Luar biasa! mengapa ada orang yang begitu cintanya sama dunia endodonti yang kecil sempit dan meliuk seperti itu, pikirku hehehe, whatever, mungkin karena beliau masih muda, sehingga presentasi beliau mengalir dan ringan, enak dan mudah dicerna. Selanjutnya juga ada drg. Erna yang konsen pada kelainan TMJ (temporomandibular joint). Ada juga drg. Mayu yang konsen di bidang farmakologi. Ada juga drg. Marzella spesialis bedah mulut yang kebetulan materi beliau sama dengan konsen skripsi yang sedang saya kerjakan mengenai impaksi, walaupun bahasan beliau agak berbeda, tapi setidaknya cukup membantu. Ada juga materi mengenai Ergonomi kedokteran gigi (tolong ya jangan disangkutpautkan dengan masalah pertanian hehehe) yang membahas bagaimana meningkatkan produktifitas kerja, mencegah kecelakaan kerja, mengurangi potensi kelelahan dll. Ada dr. Ria Nova yang membahas mengenai penanganan kasus anak-anak dengan kelainan jantung. Selain ngobrol dengan para pembicara, saya juga bisa mengenal anggota PDGI lainnya yang kebetulan beliau-beliau tidak mengajar di kampus. Dengan mereka, bisa berbagi pengalaman klinik dan lapangan, dan tentunya… ada juga yang dikecengi *uhuk-uhuk-uhuk* (goodluck)

Dua hari selepas acara itu, kembali bersiap-siap menunaikan janji kepada teman saya untuk menemaninya pulang ke Baturaja dan mendampinginya selama proses akad nikah dan walimahnya. Alhamdulillah, silaturrahmi lagi deh, seneng banget, selain bisa menemaninya saya juga bisa sekalian refreshing. Udara Baturaja lumayan segar daripada udara Palembang tentunya hahaha yaeyalahh.. Sampai tiba saat akad nikah, saya pun turut merasakan debar-debar jantung saudari saya itu, gamis putih, merah ukiran hena di jarinya, membuat dia tampil cantik sekali. Doa-doa pun dipanjatkan saat setelah akad. Dan setelah acara akad nikah sore itu selesai.. tweweeeewww… hp ku, hp sahabatku, hp adiknya, LENYAP sodara-sodara! dasar maling sumprrriiitt! (angry) sempet-sempetnya mencuri di saat sakral begini. Astaghfirullah, innalillahi.. hilang (lagi) deh hp ku (tears) . Malam ahad saya gak lagi nginep di rumahnya, karena udah janjian sama temen yang lain buat numpang nginep di tempat lain. Besok paginya kami jalan-jalan naik motor sambil ngobrol, ternyata teman saya yang satu ini baru-baru juga bisa nyetir motor, pas lagi ngobrol ternyata ada lobang di depan kami dan motor pun sempat oleng walau gak jatuh, tapi malah akunya yang hilang pegangan trus nyeruduk di aspal, jiyaaaaahhhh!!! sakitttttt, peerriiiihhh dah! Lecet di lutut kanan dan kiri dan siku kiri. Pas banget, mantep! perihnya justru terasa setelah sekian jam pulang dari acara walimahan siang itu, dan aku pulang ke palembang tanpa hp dan luka lecet (evil_grin)

Kata langit, “Aku akan kedatangan meteor malam ini!”

Kataku, “Aku telah didatangi kebahagian malam ini, dan akan terus ku jaga”.

Kata langit, “Aku akan membuat orang memuja indah langit ku malam ini!”

Kataku, “Aku masih kagum dengan keindahan nasihatnya”.

Kata langit, “Lihatlah, aku mendatangkan ribuan serpihan meteor yang indah memasuki bumi yang belum tentu setahun sekali”

Kataku, “Aku tahu, begitu mendengar suaranya, hati ini akan dilimpahi kebahagiaan yang lama habisnya. Dan aku tahu, sebongkah kasih ini akan terus menghangatkan dinginnya malam yang kau hadirkan bersama keindahan langit malammu..”

*sebuah percakapan kecil antara aku dan langit*

Blogshop

Attending!!

Page 2 of 18:« 1 2 3 4 5 »Last »
bottom-img