Sekarang lagi seneng-senengnya nyari everything about January. Iseng nyari mp3 22 Januari (Iwan Fals), Januari di Kota Dili (Rita Effendi), Januari (Glen Fredly), 11 Januari (Gigi).. heh, apa lagi yak?? *kerjaan gak penting, nona!*

Ngomong-ngomong tentang ‘Nona’, saya jadi inget beberapa kata sapaan yang sering mampir di jidat saya. Suatu hari saya pergi ke toko buku Gramedia saat waktu lagi senggang, hari itu saya baru pulang nge-wifi-gratisan di kampus, tas ransel leppy saya warnanya coklat, saya memakai rok hitam, blus batik kalimantan warna coklat, dan jilbab coklat, dan sepatu pantofel coklat merek… ah gak usah disebutlah nanti dikira sombong (waaahhh..jangan ngiler ya, apalagi sampe dijilat gegara serba coklat hehe..). Saat di pintu masuk, petugas penitipan barang bilang, “Maaf bu, tasnya silahkan dititipkan”, lalu saya laporkan ke tempat penitipan barang kalau ransel yang saya bawa berisi leptop dan membuka ransel itu dihadapannya, dan kemudian saya diijinkan masuk, “Silahkan bu!”, “Terimakasih”, jawabku sambil berlalu. Ngapain sih di sana? ehm, saya nyicil numpang baca novel Paris Pandora yang belum mau saya sanggupi untuk dibeli *jujur mode ON* (devil) .

Yak, cerita tak berhenti sampai di situ sodara-sodara. Beberapa hari kemudian, saya ke sana lagi, tentunya untuk kembali nyicil numpang baca novel itu. Tapi kali ini beda, karena berangkat dari rumah dan tujuannya memang untuk jalan-jalan, maka saya memakai setelan santai (menurut saya). Saya memakai rok warna abu-abu, kaos putih dengan lis merah (pakaian lapangan BSMI hehe), jilbab pink, tas ransel pink, dan sepatu sandal bertali. Di pintu masuk, ada seorang wanita cantik berlabel “Karyawan terbaik bulan ini” tersenyum dan menyapa saya, “Selamat datang, dik!”, lalu saya balas dengan senyuman. Setelah menitipkan tas, sambil menahan sakit perut karena ingin ketawa ngakak sambil jongkok guling ‘n koprol, karena baru sadar, ternyata perfomance saya hari ini tampang anak S-M-A abiieeezzz… (idiot) (lmao)

Sejak hari itu, saya gak mau lagi memadu padankan rok abu-abu dan kaos putih polos, apalagi ditambah dengan ransel pink itu hahahaha, ehm… bukannya gak mau tampil lebih muda, tapi rasanya aneh kalo dipanggil “dik” dan dikira anak SMA, padahal belum sampai seminggu sebelumnya petugas di sana memanggil saya dengan sapaan “bu” hahaha, kalau dipanggil “mbak” saja saya akan lebih lega rasanya hehe…

So, sekarang buat saya warna pakaian menjadi cukup penting untuk diperhatikan, hadduh padahal dulu mah saya cuek saja! (haha) Jadi kalau dalam momen tertentu saya ingin terlihat agak ‘dewasa’, saya akan memakai pakaian serba coklat seperti di atas tadi. Kalau ingin enerjik biasaya saya memakai yang serba biru (tapi bukan biru muda). Kalau ingin agak kelihatan ‘sweet‘ biasanya saya pakai yang berwarna pink atau warna-warna salem (terutama kalau mau ngadep dospem sambil baca mantra wekekeke (goodluck) ). Kalau ingin santai biasanya saya pakai yang polos misalnya kaos putih atau hitam polos. Kalau pakaiannya bermotif, sebaiknya memakai jilbab polos warna senada dengan salah satu warna motif. Dan juga sebaliknya, kalau pakaiannya polos, jilbab bermotif warna senada bisa dipakai. Nah, saya juga pernah dapet nasihat etika memakai bros/pin dari teman yang pernah ikut beauty class, katanya bila ingin memakai bros jilbab di leher jangan memakai bros yang berukuran besar. Lalu nasihat ini saya turuti, dan saya TIDAK MERASAKAN DAMPAK APAPUN wakakakakakakak (lmao) Oh iya satu hal lagi mengenai kaos kaki, dapet nasihat lagi dari beauty class teman saya itu, kalau memakai sepatu maka kaos kakinya harus berwarna senada dengan sepatu atau rok/celana yang dipakai. Pernah gak liat bapak-bapak pake sepatu keren warna item disemir mengkilap, pake celana hitam keren, tapi kaos kakinya warna putih?? Nah menurut pandangan etika, padu padan warnanya tidak pas, walau Charlie Caplin memakai setelan seperti itu hingga ia bisa tenar di dunia fana ini (rock) *Lebay* atau malah bang Caplin gak pernah berkaos kaki ya?? hmm (thinking) However, seharusnya bisa memakai kaos kaki warna hitam juga agar serasi.

Okelah, cukup beauty class hari ini. Hanya sekedar berbagi pengalaman, jangan jadikan tulisan saya ini sebagai kiblat anda mengenai fashion perfomance sehari-hari. Tapi ya kalau mau dilirik-lirik boleh juga huwehehehehe... (funkydance)

Dihaturi kalau ada yang mau menambahi atau mengoreksi mengenai fashion style kali ini, tapi jangan nanya ya karena saya bukan ahlinya (yahoo)