Ada kutipan kalimat seperti ini dari sebuah blog sahabat, Mimpi itu adalah kenyataan pertama. Kenyataan itu sendiri adalah kenyataan kedua. Bahkan mimpi yg rendah adalah sebuah kejahatan. Jadi, marilah bermimpi. Energinya luar biasa, Kata Paulo Coelho (dalam Al Kemis), ketika kita memiliki keyakinan akan mimpi, maka semua energi alam semesta akan membantu kita untuk mewujudkannya.
Suatu hari dalam perbincangan pendek (dan perenungan panjang tentunya), seorang sahabat bertanya pada saya, “Coba, sama gak mimpi dengan kenyataan?”. Menurut beliau, mimpi dan kenyataan itu adalah hal yang sama. Coba diingat, ketika kita bermimpi, kita akan merasa berada pada suatu dimensi ruang dan waktu, ada tempat ada orang lain, ada segalanya termasuk bisa disentuh, bisa ngobrol, bisa merasakan bahagia dan takut juga. Ternyata sama halnya dengan kenyataan juga. Kalau kita sedang mendapat mimpi buruk, hal yang lumrah dirasakan misalnya takut, lari terengah-engah, ngeri, bahkan sampai ada yang menjerit, bahkan sampai terbangun ke dunia nyata. Setelah kita bangun dari mimpi tersebut, kita akan bilang, “Untung cuma mimpi!”, dan kelegaan luar biasa karena sudah melampauinya. Nah begitu pula di dunia ini, bisa jadi kita mendapat nasib baik, nasib buruk, rasa bahagia, ketakutan, kelelahan, perjuangan, dan lain-lain. Dan semua yang kita arungi ini akan berakhir pada sebuah titik yang bernama kematian, kemudian di alam yang baru inilah kita akan mendapatkan refleksi apa yang kita kerjakan selama di dunia. Yang tadinya sudah berjuang susah payah, penuh pengorbanan, akan melihat hasil dari yang ia kerjakan. Posisi kenyataan dan mimpi itu tidak ada bedanya.
Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan & bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta & anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning, kemudian menjadi hancur (QS. Al Hadid: 20)
Kita boleh bermimpi ingin mempunyai ini itu, mendapat ini itu, pergi ke sana ke mari, sama halnya juga kita boleh bermimpi ingin masuk syurga. Namun, percuma saja bermimpi, jika tidak ada semangat untuk mewujudkan mimpi itu (Film Sang Pemimpi)
Jadi bermimpilah, karena bermimpi tidak dilarang, sertailah dengan semangat untuk mewujudkan mimpi itu, kejarlah mimpi dengan kemanfaatan bagi banyak umat di dunia, dan janganlah terbuai dengan mimpi kelamaan di atas tempat pijakan. Impian rendah sekalipun diwujudkan dengan langkah kaki. Mimpilah yang mengantarkan Thomas Alva Edison untuk menerangi dunia, mimpilah yang menuntun Wright bersaudara melihat dunia dari atas awan.
Tak semua yang dapat dihitung, dapat diperhitungkan, dan tak semua yang diperhitungkan dapat dihitung. Albert Einstein
Bolehlah Sang Pemimpi ditonton, termasuk yang recomended oleh banyak orang. Walau kehadiran Ariel kata orang janggal, tapi cukup untuk saya karena logat Bujang Melayunya cukup enak didengar. Dan seperti halnya Laskar Pelangi, lagu melayu seperti Bunga Seroja, kali ini menampilkan Fatwa Pujangga yang mampu membuat penonton senyum-senyum karena gaya Arai yang gentleman! Penokohannya juga pas, mulai dari Arai-Ikal kecil, remaja, dan dewasa.

Ikal Kecil : Zulfani

Ikal Remaja : Vikri Septiawan

Ikal dewasa: Lukman Sardi

Arai remaja: Ahmad Syaifullah

Arai dewasa : Nazril Irham (Ariel Peterpan)
Gambar-gambar bersumber di sini hasil gugling
“Jangan berhenti bermimpi,
karena orang seperti kita
hanya bisa hidup dengan
memperjuangkan mimpi”
- Arai -













mimpi u/ 2010 apo dek? bagi bagilah
Wah pasti keren nih filmnya. Tapi saya masih lama bs nontonnya. Maklum di negeri orang. Betul kata Indah. Kita harus punya mimpi. Setidaknya dengan mimpi itu kita mempunyai arah tuju.
Saya juga lagi review film lho, tapi bukan sang pemimpi.
Like this post *jempol*
dari ikal nich kita dapat belajar bagaimana bekerja dalam keseimbangan..
selamat pagi….selamat berhari senin hehehe
kunjungan perdana nich
salam kenal dalam persahabatan hehehe
great posting
saya juga suka bermimpi loh :)
dan saya suka syairnya Imagine “You may say Im a dreammer but Im not the only one…”
Tulisan dengan gaya bahasa yang khas seorang Indah. Menarik tapi sarat dengan hikmah. Terima kasih atas quote yang sangat mencerahkan.
Nice review
belum sempet melihat, masih sibuk ngurus TA
nambahin Arai remaja namanya : Rendi Ahmad *ga tau deh belakangnya ada Syaifullah apa nggak* :p
awal yang baik
yang baik
sebuah keberhasilan diawali dari sebuah mimpi yang dibarengi dengan sebuah usaha….
ikhtiar, do’a, tawakkal…
pengen sealalu bermimpi (tidur, red) jadinya… ^^v
SYAITAN ITU MEMBERIKAN JANJI - JANJI KEPADA MEREKA DAN MEMBANGKITKAN ANGAN - ANGAN KOSONG PADA MEREKA , PADAHAL SYAITAN ITU TIDAK MENJANJIKAN KEPADA MEREKA SELAIN DARI TIPUAN BELAKA . an nisa 120
Kalau kita muslim, masa sih kita egois dengan memaksakan kehendak mati-matian untuk wujudkan mimpi. Padahal kita sebagai muslim punya agama (aturan gawe manusia) yang harus dijalankan. Puluhan tahun semangat mewujudkan mimpi padahal kita tidak tahu kapan kita akan meninggal, sedangkan hari ini dan detik ini akan menjadi bahan untuk dipertanyakan atau dimintakan pertanggungjawaban.
“Jangan berhenti bermimpi,
karena orang seperti kita
hanya bisa hidup dengan
memperjuangkan mimpi”
- Arai -
kalau kita ikutin kata cuplikan arai diatas maka kita ganti aja agama kita jadi agama arai karena aturan hidup kita sudah berubah. kalau aturan hidup kita Islam maka pakelah aturan islam bukan nidji dll terutama yang ngajarin yang gak sesuai dengan agama islam.
terima kasih