Jangan sampai harus menangisimu untuk yang kedua kalinya,

atau sampai terkapar sakit karena menahan beban pikiran.

Cukuplah sekali itu saja,

menyelesaikan langkah kecil yang keliru, walau takut berharap,

dia tidak dapat dibohongi,

ia cuma mampu berujar, “Sabar..”.

Dan ia akan sekuat tenaga mengusir memoriamnya, tak disangka kecewa dua kali.

Untunglah, dia tidak jauh berjalan sehingga tak kehilangan jejak untuk kembali mundur.

Menghentikan waktu bukanlah kesanggupanku, pun harus menjangkau waktu yang ada di depan.

Dialah ‘hati’, yang saat ini membiru, membekat pukulan hidupnya.. telak!

————–

menyabarkan hati yang gundah (lonely)