Saat menulis posting ini, saya barusan saja membaca komentar-komentar teman-teman dalam sebuah tret yang cukup eyecatching setelah mengikuti puluhan komentar di bawahnya. Entah disadari atau tidak oleh mereka, bahwasannya komentar seperti itu akan dibaca oleh orang sejagad raya bodoh! hahahahaha

Buat saya terserah saja, toh seharusnya mereka tahu hal itu. Nggak salah, kalau bisa ada orang yang tersinggung, ‘merasa’, atau bahkan retak hubungan pertemanan hanya gara-gara ’status’ dan ‘komentar’. Baru-baru ini juga ada teman yang diremove dari friendlist temannya, sampai sempat bertanya-tanya, kira-kira apa gerangan hal sampai ia harus diremove? Nah, betul lah ungkapan ‘mulutmu harimaumu’ atau ‘mouse dan keyboardmu jangan sampai jadi harimau mulut’, yang penting sikat gigi minimal dua kali sehari *Lho??!*
Okelah, sampai saat ini saya hanya aktif di tiga social networking (selain milis dan blog, milis ‘n blog masuk SN gak?), ada Friendster (duh, yg ini sudah sangat jarang diLogin), Facebook, Twitter, dan Plurk. Untuk dua yang terakhir itu saya limit teman yang bisa mengakses ke sana, beruntunglah bagi kalian yang sudah diadd haha, karena saya masih butuh privasi walau hanya sedikit setidaknya dari satu komunitas ke komunitas lain.
feel cheerful













jelah! ayuk bae sdh brp kali ngeremove org yg komennyo rada2 cak manoooo cak itu
walo harusnyo sih kito cuekin bae. tapi rasonyo sudah dak lemak raso. walo amarah itu lekas luruh. insyAllah bukan maksud u/ memutus silaturohim dg ngeremove id nyo. tapi biar samo2 lemak bae komunikasinyo
yeh dak?
*sikat gigi*
Makanya, kalo ngerumpi cukup di dunia nyata aja, gak usah kebawa-bawa sampe dunia maya…
Kan jadinya berabeeeeeeeee
woke….
:) hmmm. apakah itu semua tandanya bahwa akan berhentinya “K-I-T-A” dari kegiatan ngerumpi di dunia maya ???