Sebut saja Mimi nama panggilannya. Hingga pada jumat siang, saya dihubungi Zali, teman saya dari kampus sebelah, menanyakan sekiranya saya bisa menampung temannya dari Binjai Sumatera Utara untuk dijemput di bandara sekaligus numpang menginap di rumah karena beliau akan mengikuti tes yang dielu-elukan manusia sejagad nusantara, C-P-N-S. saya buat dg huruf terpisah dengan harapan tidak muncul di searching engine begitu orang mengetik cpns hehehehe *ngarang mode ON. Beberapa hari ini saya menemani Mimi jalan-jalan, ya selayaknya orang yang belum pernah ke kota pempek ini, mulai promosi tempat wisata, promosi keindahan sungai musi (bila air sungai lagi pasang hehehe), foto-foto, dan cari oleh-oleh. Ketika kami bermaghrib di Masjid Agung, saya bertemu dengan adik tingkat yang juga sedang bernasib sama, membawa rombongan peserta tes hehehe. Kali ini asal mereka dari lampung tapi tesnya di Ogan Ilir. Kemudian kami saling berkenalan dan bertukar informasi. Luar biasa memang perjuangannya, dan kami bersyukur sangat saat ini dalam kondisi yang terpenuhi segala kebutuhan kuliah tanpa perlu pontang panting mencari rupiah *sambil ngebayangin beberapa tahun lagi nguli di gigi orang hihi

Kalaulah dari Sumut terbilang jauh, ternyata peserta lain juga datang dari Jogja, hehehe, jauh-jauh merantu buat ikutan tes. Tapi bila dilihat latar belakang pendidikannya wajarlah, selain masih jarang, saya pikir pendidikannya juga unik (ini bukan tentang Mimi, tapi orang lain yang ditemui di lokasi). Basic pendidikan beliau adalah pendidikan bagi anak-anak autis. Di Indonesia, masih terhitung satu tangan tempat-tempat yang menyelenggarakan pendidikan bagi guru untuk anak autis, dan alhamdulillah sekarang sudah mulai jadi perhatian pemerintah untuk memberikan fasilitas bagi posisi tersebut.

Mungkin karena saya belum mencicipi dunia kerja yang kejam, sehingga kadang tak habis pikir mengapa orang mau merantau jauh-jauh untuk menempuh tes C-P-N-S. Teman saya yang lain dengan kobaran semangat yang tinggi mengikuti tes di tiga tempat, yaitu hari sabtu (7/11) tes di Bengkulu (sorenya langsung balik ke Palembang), lalu ahad (8/11) tes di Palembang, dan akan segera pulang ke Binjai karena pendaftaran akan ditutup tanggal 13 Nov. Waah.. ngejer target nih, hehehe. Anyway, saya melihatnya itu sebagai ikhtiar, apapun komentar orang tentang mental pegawai negri, mudah-mudahan dengan masuknya generasi muda yang lebih kritis dapat menjadikan Indonesia lebih baik.