Sungguh! jiwa ini sedang terguncang,
terguncang hebat,
retakan lempeng hati ini sedang menunjukkan tanda-tanda kehidupan,
bergerak dan menimbulkan guncangan.
Begitu tiba-tiba hingga sulit bernafas.
keringat dinginku mengucur,
secara akut pula tubuh ini mengalami imunosupresif,
dan aku melindungi diri dalam tebal selimut malam itu.
Tuhan, dosa apa yang aku lakukan,
ampunilah.. ampunilah.. ampuni hamba..
Sungguh lancang hamba bergaul dengan hati
Terlampau baik prasangka hamba pada orang.
Setelah badai hati itu,
ada embun yang membasahi kekeringannya,
tapi tak pernah cukup, ingin kusudahi.
Aku ingin berhenti menjadi orang baik.














*uhuk* ihiiiyyyy.. siapo nian uwingnyo oi…ckckck…
jelah nian bukan kau fik!
santei jeh…. daku di belakangmu….
Binun nak komentar apo…?
Soale binun pulok samo tulisannyo. Hhehehee
Wuih bahasanya ahmad…