Traffic…

Pekan yang hiruk pikuk. Tepat satu minggu saya menggunakan kawat gigi, tapi kawat gigi ini yang removable atau lepasan, sehingga bisa dilepas bila waktu makan tiba. Dua hari pertama adalah masa adaptasi terberat, karena plat bagian langit-langit dan kawat yang mencengkram gigi geligi rahang atas ini terasa sangat cekat, sehingga bila dilepas gigi terasa sakit dan sulit diajak mengunyah makanan keras. Alhasil terpaksa menelan bubur saja. Tapi ada hikmahnya, saya jadi belajar membuat “bubur bumbu cacaca ala chef Indah” walau belum selezat buatan mama wakakakaka. Hari ketiga sudah bisa makan nasi seperti biasa tapi tetap tidak memakan makanan yg keras atau kenyal dan sulit dikunyah.

Hari kamis sore 25 Juni, nenek saya masuk rumah sakit. Nenek yg dimaksud sebetulnya adiknya kakek dari mama. Awalnya beliau mengeluh sakit kepala dan malam sebelumnya ke dokter so far so good. Tapi keesokan harinya beliau tidak dapat bangun lantaran kepalanya sangat sakit, dan pas ditensi tekanan darahnya mencapai 220/90. Setelah diskusi adik beradik mama akhirnya diputuskan untuk dibawa ke rumah sakit. Malam pertama beliau tidak bisa tidur, tapi masih bisa berbicara atau memberi respon. Nah mulai hari kedua di sana beliau tidak lagberbicara, awalnya terlihat tidur nyenyak dan pulas, tapi dikira tidurnya terlalu lama dan sulit untuk disuap makanan. Sempat dilakukan CT-scan dan kata dokter hasilnya tidak ada stroke di kepalanya tapi memang terlihat osteo lanjut, ya sejenis penuaan jaringan karena usia, secara nenek sudah berumur 82 tahun. Dan kondisinya makin hari makin tidak jelas, dan ada saja yg memberi doktrin agar dibawa pulang saja padahal baru dua hari (doh) Dan hari ini saya belum sempat membesuk lagi, lantaran sibuk ngurus persiapan KKN.

Sabtu 27 Juni, saya dan para penghuni WongKito.net ikut kuis RT/RW yang diadakan oleh Pal TV yang disponsori oleh Susu cap Enak. Alhamdulillah kami memenangkan dua segmen dengan persiapan alakadarnya tetapi bisa membawa pulang uang 500 ribu rupiah. Uangnya dibawa makan siang ayam bakar dan sisanya untuk nonton Final Copa. Tapi sayang, keduanya saya tidak bisa ikut lantaran ada kegiatan lain. But, so far seneng banget karena sudah menangin segmen tebak gerak heheheh (yahoo)

Dan akhirnya tibalah waktu saya KKN, “Apa Ndah, baru mau KKN??”  Ggrrr…. “iya..” Lho, nggak papa kan, lagian KKN kami juga dijadwal diakhir tahun perkuliahan, tepatnya ada di semester delapan (walau saya telat setahun hehe). Saya dapet di desa Tanjung Agas, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, ya kira-kira dua jam dari Palembang. KKN yang telah dijadwalkan ini akan dilaksanakan selama dua bulan. Setelah diskusi sana-sini, ngobrol sana-sini, alhamdulillah dapet banyak masukan dan wejangan dari orang-rang ‘terdahulu’. Mulai dari persiapan remeh temeh, mesti belajar masak, pandai membawa diri dan bergaul dengan masyarakat, jangan malu bertanya, dan jangan jadikan KKN sebagai momok hehehe. Alhamdulillah sudah dipersiapkan dengan cukup baik, kalau masak ya sedikit-sedikit bisalah, nggak bakal kelaparan. Kalau masalah kendaraan alhamdulillah nyetir motor lancar  dan mobil sedikit-sedikit berani. Kalau kegiatan juga sudah terpikir bayangan-bayangan kegiatan yang akan dilakukan, rencananya mulai dari penyuluhan sampai magang di puskesmas. Walau KKN ini dilaksanakan karena kewajiban akademis (bukan tulus dari hati yang dalam sssaaahhhh….)  (hassle)  insya Allah sebelum berangkat saya sudah meluruskan niat, memanfaatkan waktu dua bulan untuk belajar mengabdi di masyarakat sekaligus mentarbiyah diri sebelum menginjakkan kaki di bulan Ramadhan

Allahumma baariklana fii rojaba wa sya’ban wa balighna Romadhon..

Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan

Catatan KKN ini mudah-mudahan akan tetap berlanjut jika ada kesempatan pulang ke rumah. So, sementara waktu vakum dari milis dulu, dan bila jaringan GPRS di sana lancar, mungkin anda-anda yang merindukan saya bisa nyatronin status pesbuk dan plurk saya wakakakakakak (worship)

29 Juni 2009, dini hari sebelum saya berangkat KKN besok pagi (funkydance)