top-image

LATEST ARTICLES

Jangan sampai harus menangisimu untuk yang kedua kalinya,

atau sampai terkapar sakit karena menahan beban pikiran.

Cukuplah sekali itu saja,

menyelesaikan langkah kecil yang keliru, walau takut berharap,

dia tidak dapat dibohongi,

ia cuma mampu berujar, “Sabar..”.

Dan ia akan sekuat tenaga mengusir memoriamnya, tak disangka kecewa dua kali.

Untunglah, dia tidak jauh berjalan sehingga tak kehilangan jejak untuk kembali mundur.

Menghentikan waktu bukanlah kesanggupanku, pun harus menjangkau waktu yang ada di depan.

Dialah ‘hati’, yang saat ini membiru, membekat pukulan hidupnya.. telak!

————–

menyabarkan hati yang gundah (lonely)

Saat menulis posting ini, saya barusan saja membaca komentar-komentar teman-teman dalam sebuah tret yang cukup eyecatching setelah mengikuti puluhan komentar di bawahnya. Entah disadari atau tidak oleh mereka, bahwasannya komentar seperti itu akan dibaca oleh orang sejagad raya bodoh! hahahahaha (idiot)

gambar diunggah dari gugel

Buat saya terserah saja, toh seharusnya mereka tahu hal itu. Nggak salah, kalau bisa ada orang yang tersinggung, ‘merasa’, atau bahkan retak hubungan pertemanan hanya gara-gara ’status’ dan ‘komentar’. Baru-baru ini juga ada teman yang diremove dari friendlist temannya, sampai sempat bertanya-tanya, kira-kira apa gerangan hal sampai ia harus diremove? Nah, betul lah ungkapan ‘mulutmu harimaumu’ atau ‘mouse dan keyboardmu jangan sampai jadi harimau mulut’, yang penting sikat gigi minimal dua kali sehari *Lho??!*  (haha)

…click here to read more

Sebut saja Mimi nama panggilannya. Hingga pada jumat siang, saya dihubungi Zali, teman saya dari kampus sebelah, menanyakan sekiranya saya bisa menampung temannya dari Binjai Sumatera Utara untuk dijemput di bandara sekaligus numpang menginap di rumah karena beliau akan mengikuti tes yang dielu-elukan manusia sejagad nusantara, C-P-N-S. saya buat dg huruf terpisah dengan harapan tidak muncul di searching engine begitu orang mengetik cpns hehehehe *ngarang mode ON. Beberapa hari ini saya menemani Mimi jalan-jalan, ya selayaknya orang yang belum pernah ke kota pempek ini, mulai promosi tempat wisata, promosi keindahan sungai musi (bila air sungai lagi pasang hehehe), foto-foto, dan cari oleh-oleh. Ketika kami bermaghrib di Masjid Agung, saya bertemu dengan adik tingkat yang juga sedang bernasib sama, membawa rombongan peserta tes hehehe. Kali ini asal mereka dari lampung tapi tesnya di Ogan Ilir. Kemudian kami saling berkenalan dan bertukar informasi. Luar biasa memang perjuangannya, dan kami bersyukur sangat saat ini dalam kondisi yang terpenuhi segala kebutuhan kuliah tanpa perlu pontang panting mencari rupiah *sambil ngebayangin beberapa tahun lagi nguli di gigi orang hihi

Kalaulah dari Sumut terbilang jauh, ternyata peserta lain juga datang dari Jogja, hehehe, jauh-jauh merantu buat ikutan tes. Tapi bila dilihat latar belakang pendidikannya wajarlah, selain masih jarang, saya pikir pendidikannya juga unik (ini bukan tentang Mimi, tapi orang lain yang ditemui di lokasi). Basic pendidikan beliau adalah pendidikan bagi anak-anak autis. Di Indonesia, masih terhitung satu tangan tempat-tempat yang menyelenggarakan pendidikan bagi guru untuk anak autis, dan alhamdulillah sekarang sudah mulai jadi perhatian pemerintah untuk memberikan fasilitas bagi posisi tersebut.

Mungkin karena saya belum mencicipi dunia kerja yang kejam, sehingga kadang tak habis pikir mengapa orang mau merantau jauh-jauh untuk menempuh tes C-P-N-S. Teman saya yang lain dengan kobaran semangat yang tinggi mengikuti tes di tiga tempat, yaitu hari sabtu (7/11) tes di Bengkulu (sorenya langsung balik ke Palembang), lalu ahad (8/11) tes di Palembang, dan akan segera pulang ke Binjai karena pendaftaran akan ditutup tanggal 13 Nov. Waah.. ngejer target nih, hehehe. Anyway, saya melihatnya itu sebagai ikhtiar, apapun komentar orang tentang mental pegawai negri, mudah-mudahan dengan masuknya generasi muda yang lebih kritis dapat menjadikan Indonesia lebih baik.

Ini adalah catatan (yg dikopi dari notes di FBnya) seorang dokter gigi yang saat ini bertugas sebagai dosen saya sekaligus ibu rumah tangga muda dengan seorang anak yang lucu. Saat membacanya, saya seolah merefleksi kenalan-kenalan drg lain yang kira-kira posisinya sama: dokter gigi, ibu rumah tangga, aktif, dan masih muda. Salah satu catatan mereka telah saya dapat ijinnya untuk dipublish (dicopas/ditempel abis) di blog saya. Sekedar intermezo, dengan banyaknya pilihan hidup!

————————————————————–o

Catatan by Ny.Asti Haikal drg, MM.

…click here to read more

Alhamdulillah, setelah perhelatan Pesta Blogger 2009 di Palembang berupa Blogshop dan Gathering yang telah rampung pada tanggal 8 Oktober 2009 silam, sejumlah kejadian dan reportase keseharianku belum sempat tertulis lagi. Ini malas nulis atau malu nulis hehe.

indah aka. jasmine bersama homok WK ^_^

Karena beberapa kesibukan, saya gak bisa bantu mbak Lies dkk untuk turut serta bersumbangsih ide pada acara Blogshop PB 2009 di Palembang. Alhamdulillah ada waktu bisa bantu sedikit-sedikit. Dikasih amanat jadi co-tutor blogshop seneng juga. Tapi pelatihan online gini memang satu kendalanya, tak lain dan tak bukan adalah akses internetnya. Dimana sekitar 50 peserta lebih online di web yang sama, login bareng, ngecek e-mail bareng dll, sehingga banyak peserta yang susah login hhehe, kesian pesertanya sih, mereka sudah sungguh-sungguh belajar step by step, but alhamdulillah akhirnya masalah koneksi bisa diatasi. Yang paling antusias tentu panitianya, mulai dari kedatangan Anthony Bianco, bule asal Aussie yang ber-backpacker-ria ke seluruh Indonesia juga dalam rangka mengikuti Pesta Blogger, serta support dari kedubes US. Malamnya ada acara meet ‘n greet blogger Palembang, yang intinya makan-makan.. eh salah dink! Malam itu juga ada live streeming dari Sonora FM membicarakan perkembangan blog, jejaring sosial, dll. Setelah itu ramah tamah dengan panitia PB pusat, perwakilan kedubes US, Anthony Bianco, Blogger luar Palembang, ada games dll. Pokoke rame, dan setelah ditelpon mama dua kali aku sampai dirumah jam 22.20 sampai dengan selamat. Makasih buat Yoko!

sertifikat

Wokeh, selesai satu gawean, ternyata besoknya diajakin lagi jalan-jalan ‘n perpisahan sama si bule, tapi beribu maaf saya gak bisa datang. Lanjut tanggal 10-11 okt ‘09 diajakkin panitia Seminar PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) cab. Palembang untuk bantu-bantu. Walau cuma ‘bantu-bantu’, tapi saya cukup senang, soalnya bisa dapet kredit SKP panitia dan peserta sekaligus (gak bayar je hehe). Mulai dari preparing seminar kit, buatin digital print spanduk, nyiapin perangkat presentasi, ngumpulin bahan presentasi dari para pembicara. Yang paling saya sukai adalah saya berkesempatan ngobrol dengan para pembicara yang notabene ahli dalam bidang-bidangnya, misalnya drg. Anggraini Afdhal yang konsen pada dunia endodonti yang sudah digelutinya selama 9 tahun. Sambil melongo, saya bilang “9 tahun??” Luar biasa! mengapa ada orang yang begitu cintanya sama dunia endodonti yang kecil sempit dan meliuk seperti itu, pikirku hehehe, whatever, mungkin karena beliau masih muda, sehingga presentasi beliau mengalir dan ringan, enak dan mudah dicerna. Selanjutnya juga ada drg. Erna yang konsen pada kelainan TMJ (temporomandibular joint). Ada juga drg. Mayu yang konsen di bidang farmakologi. Ada juga drg. Marzella spesialis bedah mulut yang kebetulan materi beliau sama dengan konsen skripsi yang sedang saya kerjakan mengenai impaksi, walaupun bahasan beliau agak berbeda, tapi setidaknya cukup membantu. Ada juga materi mengenai Ergonomi kedokteran gigi (tolong ya jangan disangkutpautkan dengan masalah pertanian hehehe) yang membahas bagaimana meningkatkan produktifitas kerja, mencegah kecelakaan kerja, mengurangi potensi kelelahan dll. Ada dr. Ria Nova yang membahas mengenai penanganan kasus anak-anak dengan kelainan jantung. Selain ngobrol dengan para pembicara, saya juga bisa mengenal anggota PDGI lainnya yang kebetulan beliau-beliau tidak mengajar di kampus. Dengan mereka, bisa berbagi pengalaman klinik dan lapangan, dan tentunya… ada juga yang dikecengi *uhuk-uhuk-uhuk* (goodluck)

Dua hari selepas acara itu, kembali bersiap-siap menunaikan janji kepada teman saya untuk menemaninya pulang ke Baturaja dan mendampinginya selama proses akad nikah dan walimahnya. Alhamdulillah, silaturrahmi lagi deh, seneng banget, selain bisa menemaninya saya juga bisa sekalian refreshing. Udara Baturaja lumayan segar daripada udara Palembang tentunya hahaha yaeyalahh.. Sampai tiba saat akad nikah, saya pun turut merasakan debar-debar jantung saudari saya itu, gamis putih, merah ukiran hena di jarinya, membuat dia tampil cantik sekali. Doa-doa pun dipanjatkan saat setelah akad. Dan setelah acara akad nikah sore itu selesai.. tweweeeewww… hp ku, hp sahabatku, hp adiknya, LENYAP sodara-sodara! dasar maling sumprrriiitt! (angry) sempet-sempetnya mencuri di saat sakral begini. Astaghfirullah, innalillahi.. hilang (lagi) deh hp ku (tears) . Malam ahad saya gak lagi nginep di rumahnya, karena udah janjian sama temen yang lain buat numpang nginep di tempat lain. Besok paginya kami jalan-jalan naik motor sambil ngobrol, ternyata teman saya yang satu ini baru-baru juga bisa nyetir motor, pas lagi ngobrol ternyata ada lobang di depan kami dan motor pun sempat oleng walau gak jatuh, tapi malah akunya yang hilang pegangan trus nyeruduk di aspal, jiyaaaaahhhh!!! sakitttttt, peerriiiihhh dah! Lecet di lutut kanan dan kiri dan siku kiri. Pas banget, mantep! perihnya justru terasa setelah sekian jam pulang dari acara walimahan siang itu, dan aku pulang ke palembang tanpa hp dan luka lecet (evil_grin)

Kata langit, “Aku akan kedatangan meteor malam ini!”

Kataku, “Aku telah didatangi kebahagian malam ini, dan akan terus ku jaga”.

Kata langit, “Aku akan membuat orang memuja indah langit ku malam ini!”

Kataku, “Aku masih kagum dengan keindahan nasihatnya”.

Kata langit, “Lihatlah, aku mendatangkan ribuan serpihan meteor yang indah memasuki bumi yang belum tentu setahun sekali”

Kataku, “Aku tahu, begitu mendengar suaranya, hati ini akan dilimpahi kebahagiaan yang lama habisnya. Dan aku tahu, sebongkah kasih ini akan terus menghangatkan dinginnya malam yang kau hadirkan bersama keindahan langit malammu..”

*sebuah percakapan kecil antara aku dan langit*

Blogshop

Attending!!

DSIM

Nonton tv tiap hari kan? Nyaris tiap hari pula melongok ke koran atau e-paper kan? atau paling tidak melongokkan kepala ke berita berjalan yang ada di baris bawah beberapa tv swasta, mungkin juga sekedar berbagi gosip ke teman kanan dan kiri, status facebook, twitter atau plurk. Bencana kebakaran melanda sejumlah daerah Indonesia, mulai dari dua-tiga rumah sampai ratusan, mulai dari rumah pribadi sampai kios pasar di tempat wisata. Dari tanah longsor dan baru-baru ini terjadi gempa. Retakan lempeng bumi yang terus bergerak sedang menyatakan bumi ini HIDUP!! seperti judul tulisanku sebelumnya “earthquake” yang malah saya terjemahkan menjadi sensasi hati luar biasa sakit dan panik heheheh

Pastinya tadi malam, keluarga jauh yang tinggal di Sumatera Barat tidak dapat dihubungi. Melalui berita di tv mengabarkan bahwa tadi malam sebagian daerah gelap gulita karena terdapat kerusakan di pembangkit listrik. Telpon rumah dan hp pun masih belum bisa dihubungi. Pagi ini gempa juga masih menggetarkan sejumlah daerah di Jambi dan mentawai dengan kekuatan getar variatif.

Dan tadi malam, kota Palembang juga diramaikan dengan terjadinya kebakran di daerah Simpang Sungki, Kelurahan Ogan Baru, Kertapati. Berita lebih jelas dapat dibaca di sini

Untuk itu, Dompet Sosial Insan Mulia (DSIM) bekerjasama dengan Komunitas Blogger WongKito menghimbau kepada rekans sekalian untuk  menggalang dana bagi korban bencana alam Sumatera Barat dan korban kebakaran di Kelurahan Ogan Baru Kertapati Palembang. Baca di sini

Dibalik semua bencana yang terjadi, hendaknya kita di tempat yang aman ini banyak-banyak bersyukur dan memanjatkan doa bagi yang terkena musibah, serta sekuat tenaga membantu korban bencana. Sedikit receh yang anda sisihkan, sangat bermanfaat bagi mereka. Coba kamu bayangkan seandainya kamu adalah korban bencana tersebut, tentunya sangat mengharap bantuan

sendiri

Sungguh! jiwa ini sedang terguncang,
terguncang hebat,
retakan lempeng hati ini sedang menunjukkan tanda-tanda kehidupan,
bergerak dan menimbulkan guncangan.
Begitu tiba-tiba hingga sulit bernafas.
keringat dinginku mengucur,
secara akut pula tubuh ini mengalami imunosupresif,
dan aku melindungi diri dalam tebal selimut malam itu.
Tuhan, dosa apa yang aku lakukan,
ampunilah.. ampunilah.. ampuni hamba..
Sungguh lancang hamba bergaul dengan hati
Terlampau baik prasangka hamba pada orang.

Setelah badai hati itu,
ada embun yang membasahi kekeringannya,
tapi tak pernah cukup, ingin kusudahi.
Aku ingin berhenti menjadi orang baik.


(okok)

KCB 2

Sebelumnya, saya mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1430 H, mohon maaf lahir dan batin, semoga jiwa-jiwa kita kembali fitrah dan dapat bertemu dengan Ramadhan tahun depan.. amiin.

Syahdu dan penuh hikmah novel karya Habiburrahman El Shirazy yang luar biasa, sekuel Ketika Cinta Bertasbih yang telah tamat saya baca kira-kira dua tahun yang lalu, memperkaya khazanah keindahan ilmu dunia Islam yang meluas dan selalu cocok ketika diintegrasikan dalam kehidupan di zaman apapun. Selamat saya ucapkan kepada segenap seniman yang menggarap film KCB. Begitu banyak sisi lain Islam yang bisa dibagi ke masyarakat umum.

Bagaimanapun cantiknya film KCB 2 ini, saya tentunya boleh dong ambil suara membagi-bagi perasaan dan pengalaman serta pendapat saat menonton KCB 2 ini, sama halnya dengan sahabat saya yang sudah nonton sebelum lebaran hehe, peace bro!

.’. Masuk di menit-menit pertama, saat pembagian hadiah, Husna tampak begitu syahdu membacakan puisi, namun kenapa kesyahduan itu ada di awal, padahal jiwa saya belum siap untuk menerima bait-bait manis yang dibacakan Husna. So, kesan saya: waduh belum apa-apa sudah ada yang nangis! (hassle)

.’. Setelah mendengar pendapat ibu-ibu yang ngomongin si Azzam, malah jadi meninggalkan kesan: kalau sudah selesai kuliah harus cepat-cepat menikah (doh)

.’. Sumpah! Aku suka banget sama salah satu OST KCB 2 ini yang dinyanyiin Melly Goeslaw judulnya Haramkah! :-)) Sound-soundnya juga enak didengar, tapi latar suara ketika Azzam bersalaman dengan pengantin seharusnya dibuat lebih dramatis lagi hihihi :-D

.’. Adegan saat ibunya meninggal sukses membuatku merinding. (applause)

.’. Deskripsi saat membaca novel dan menonton versi layar lebar tentunya akan beda sudut pandang. Misalnya, apa mungkin hanya dalam beberapa minggu saja seorang pengusaha bakso bisa buka cabang dan mempunyai mobil. Kesannya agak kurang singkron  saja waktu-waktu yang dilalui azzam dan hasil yang dicapainya. Namun dalam scene Azzam yang sedang berusaha merecovery kesehatannya, yang gambar-gambarnya dibuat cepat, dan tahap-tahap yang ia lalui sampai kakinya nyaris sembuh, lebih masuk akal daripada scene Azzam sukses jadi pengusaha bakso.

eemmm minum kopi dulu, sambil mengingat apalagi yang spesial dari film ini..

.’. Tentunya ada deep hikmah lain yang bisa diserap, lebih dari sekedar berbagi deskripsi. Ketekunan dan keuletan Azzam, rasa cinta pada keluarganya, kesabaran Azzam dalam menghadapi ibunya yang super cerewet (menurutku hehe :-D , kesabarannya dalam mencari jodoh, sifat tidak kenal putus asanya, tali silaturrahim yang senantiasa ia eratkan, serta keikhlasan yang luar biasa saat mengetahui Anna akan menikah dengan sahabatnya sendiri. Satu hal, bahwa kita tidak pernah tahu rahasia Allah, kita tidak tahu kapan kematian itu akan menghampiri kita, persiapan macam apa yang sudah ada bila ternyata besok kita sudah dipanggil Sang Khalik. Begitu cantiknya Ia mengemas hadiah untuk hamba-hambanya yang sabar dan bekerja keras, jadi teruslah berjuang dan jangan kenal putus asa, karena pertolongan Allah itu dekat.

Ini pendapat saya yang sudah membaca novelnya terlebih dahulu, so ada pendapat lain yang baru pertama kali menonton KCB tanpa membaca novelnya??

(scenic)

Page 1 of 16:1 2 3 4 »Last »
bottom-img