top-image

LATEST ARTICLES

Hari ini tepat sebelas hari sudah ‘menelantarkan’ tugas akhir aka. skripsi saya. Terakhir, coretan dari sang ‘dospem’ lumayan banyak, tapi lumayan saya mengerti remeh temeh salah ketik, begini, begitu, oke! *sambil mijit-mijit pelipis kanan dan kiri*. Makin dikerjain, makin kurang pede; makin dipelajari, makin kurang paham; makin diresapi, makin gak bernilai. Gimana nih??? Butuh motivasi dosis tinggi!

(idiot)

SOS!

axis-n-friendsSabtu 23 Januari 2010, bertempat di Square Restaurant Novotel Palembang pukul 10 pagi, diselenggarakan acara Kopdar Axis bersama komunitas blogger WongKito.net. Kegiatan yang dihadiri 35-an anggota komunitas WongKito dan siswa binaan dari SMA Negeri 5 Palembang cukup disambut antusias. Seyogyanya acara gathering bersama sponsor, pulangnya dibagi-bagikan goodybag yang isinya macem-macem, kebetulan kantong saya isinya kaos Axis, kartu perdana Axis, dan voucher isi ulang senilai Rp 50.000,-. Goodybag teman saya yang lain ada juga yang berisi buku harian (binder) warnanya ungu rek! nginclong agak iri hhehee (ninja) Beberapa peserta lain yang berhasil menjawab kuis mendapatkan akses Axis berupa modem, hwaaaaa…. *rumput tetangga memang lebih cantik* Nggak dink, nggak iri kok. (evil_grin)

Sepulangnya saya aktifkan perdana Axis itu, penasaran apa benar-benar murah?? Dengan tarif Rp 300,- ke semua operator lain, menurut saya sangat murah dibandingkan dua operator seluler yang saat ini saya pakai yaitu Rp 25,-/detik dan Rp 600,-/menit. Tarif sesama juga tak kalah murahnya. Bahkan di hari pertama peluncurannya, saya cobakan telpon ke operator lain, pulsanya tidak berkurang (hehehe, kenapa yak?), tapi ternyata cuma berlaku sekali telpon, mungkin jaringan tiba-tiba padat, kemudian mereka lupa memotong pulsa saya *alasan sembarangan* (hassle)

axis and mePenasaran saya tak berhenti di situ, setelah menghabiskan separuh pulsa yang ada di kartu perdana awal, malamnya saya cobakan di modem at&t milik kakak yang sedang saya gunakan sampai saat ini. Dengan login pake APN = axis, user name = axis , password = 123456, alhamdulillah semua selancar jalan tol. Saya sadar, pulsa saya tinggal Rp 5.480,- entah berapa lama mampu bertahan. Peratama-tama saya sangat kagum dengan kecepatannya, sukses login Plurk, buka TweetDeck, Login Facebook, dan update status, setelah itu langsung disconnect. Nah lhoh? apa mungkin lagi high traffic yak? saya coba login lagi beberapa kali, dan tetap tidak berhasil. Bisa jadi pulsanya habis, pikirku. Segera saja simcard-nya saya pindahkan ke hp Nokia 2300 ku dan mengecek pulsanya, bersisa Rp 480,- saja hahahaha, online 2 menit nguras lima ribu. Saya cuma senyum-senyum saja. Besoknya beredar obrolan seputar Axis di milis. Beberapa sangat bahagia dengan tarifnya untuk pengguna Blackberry, termurah di antara semua operator. Untuk kawasan Palembang, Axis yang bergandengan BTS dengan XL, sinyalnya cukup bagus.

Sejatinya saat ini saya tidak merasa perlu-perlu sangat untuk update status setiap saat, karena hp saya tidak dapat menggunakan sinyal 3G ataupun GPRS, digunakan seperlunya hanya untuk sms dan telpon. Namun kebutuhan bagi blogger sekaligus mahasiswa seperti saya adalah tarif yang murah meriah untuk layanan akses data. Misalnya dengan reload 50-100 ribu bisa unlimited selama sebulanan dan dengan kecepatan cukup seringkali sangat saya syukuri ketimbang kecepatan data yang was wis wus tapi bisa mebuat kantong saya bobol. Lepas dari itu, pastinya semua blogger dan semua orang mengharapkan tarif yang ‘manusiawi’ dengan speed tanpa keluhan hehehe mau enaknya aja yak!

Semoga Axis lebih baik! (yahoo)

axis-logoHari ini, Sabtu 23 Januari 2009 penghuni komunitas blogger WongKito.net bersama AXIS mengadakan kopdar di The Square Restaurant Novotel, masih dalam rangka launching produk AXIS di Palembang. Congratulation, semoga sukses! berharap dapet paket internetan unlimited seumur hidup hahaha (goodluck)

Iseng-iseng saya searching di gugel, ada peristiwa apa aja sih di tanggal 23 Januari yang sakral ini. Nah, mampir deh di webnya wikipedia, berikut saya kopi:

  • 1579 - Persetujuan Utrecht ditandatangai, sehingga menyatukan provinsi-provinsi di sebelah utara Belanda.
  • 1946 - Perlawanan Rakyat Luwu dipimpin Raja Luwu Andi Djemma melawan penjajahan Belanda.
  • 1968 - USS Pueblo direbut pasukan Korea Utara, yang mengklaim bahwa kapal tersebut telah memasuki wilayah perairan mereka untuk kegiatan mata-mata
  • 1991 - Berdirinya Televisi Pendidikan Indonesia yang dikenal dengan TPI

Selain peristiwa-peristiwa tersebut, terdapat pula yang berhari lahir pada tanggal 23 Januari:

  • 1947 - Megawati Soekarnoputri, Presiden kelima Indonesia putri dari Ir. Soekarno Presiden pertama Republik Indonesia
  • 1949 - Siti Hardijanti Rukmana, juga dikenal dengan nama panggilan mbak Tutut, putri dari Soeharto Presiden kedua Republik Indonesia

jadi tanggal 23 Januari ini hari lahir orang-orang hebat semua ternyata… (thinking) (party)

… saya lanjutkan ya..

  • 1983 - Anton Da Karola, seorang sahabat yang saya kenal di Humas DPW PKS Sumsel, fotografer, dan saat ini berkecimpung di Media DSIM Palembang
  • 1984- Yenni Panca Liana, seorang ibu rumah tangga muda beranakkan seorang putri cantik (semoga menjadi anak sholehah dan cerdas) lulusan IPB yang saat ini turut suami di rantauan Pangkal Pinang
  • 1986 - Indah Mastuti, anak bungsu yang dikenal juga dengan panggilan ujuk Titik di rumah, saat ini berusaha mengejar segala resolusi’s-nya di tahun 2010 hohohoho

(hassle)

Anyway, congratulation! happy annyversary! happy birthday! selamat hari lahir! selamat milad! selamat dunia akhirat! *Lho?!* Mohon doa rekans sekalian, semoga sisa umur yang kian hari kian berkurang ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin mendapatkan bekal sebanyak-banyaknya untuk kehidupan akhirat

“…Sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.” (QS.Al-’Ankabut: 64)

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”. (QS.Ar Rahman: 13)

Dua puluh empat tahun belum apa-apa, kawan! Namun kerugian waktu kian menghantui. Ya Rabb, terimakasih masih memberiku waktu hidup di dunia ini untuk mengabdi sepenuhnya untuk Mu, untuk mengabdi kepada orang tua dan keluarga, untuk mengabdi kepada agama, untuk mengabdi kepada akademik, untuk mengabdi kepada negara, untuk mengabdi kepada masyarakat, merasakan manisnya cinta, merasakan pahitnya patah cinta (eh, ini istilah ada gak ya? hee)..

Segala puji Rabb, kuatkan pancang kaki hamba yang telah ditekadkan, jadikan hamba istiqomah sepanjang masa, dan jadikan hamba sebagai manusia yang pandai bersyukur.. amiiiin…

Ya Allah kupanjatkan syukurku kepada Mu, betapa banyak nikmat yang telah Kau berikan. Nikmat iman, nikmat islam, nikmat umur kurasakan; ilmu, waktu luang dan kesempatan..

(nasyid jaman SMA, tidak pernah pudar, selalu didendang kala hati riang dan sendu)

(music)

Ayo temans, kita berkarya!! (yahoo)

jfa-edit-kecilSebetulnya ini posting untuk peraih JFA (Januari Facebook Award), dikarenakan beberapa teman tidak bisa membaca langsung di notesnya, maka dengan segala otoritas, diposting ulang di blog saya, kemudian dibuat link di note FB. Saya persembahkan note karya Awal Pakaya sebagai the funniest note.

*plok-plok-plok* (scenic)

========================================

Season Months Of Marriage

Tengah malam, lagi tidur pulas tiba-tiba ustadz nelpon meminta saya datang kerumahnya, sambil ngucek-ngucek mata yang memaksa terbuka, saya melirik jam. waduh! Saya kembali bertanya ke ustadz untuk apa, karena jarum jam menunjuk angka dua malam tepatnya subuh dini hari. Belum lagi rumah yang dituju lumayan jauh melewati gang-gang orang sering kena rampok. Berharap ada pertimbangan lain yang terjadi malah sebaliknya, Jawab ustadz hanya satu “Sekarang!!” tegas, jelas, bisa juga diartikan tak ada sesi tanya jawab. Hah! Jadi sempat mikir positive sangad ke ustadz kayaknya mau menyerahkan anak gadisnya yang manis dan solehanya minta ampun itu untuk saya selamanya. Wuihh.. selamanya gitu! Ho ho ho, tenaga dalam tiba-tiba meningkat, the power of ustadz mengubah cakra saya berlipat ganda, seperti Naruto mengalahkan Garra demi Sakura … %!? Tapi mikir-mikir kenapa tengah malam gini!!
Dengan berbagai pertanyaan menimbun kepala, saya cepat-cepat mengeluarkan motor dari garasi lalu memacu menuju rumah ustadz. Sebilah pisau berukuran sedang menemani, paling tidak pisau itu bisa memotong nyali yang mau rampok. Hampir sejam meliuk-liuk arah jalan, melewati gang-gang, dan beberapa ruas yang masih tak berumah, Alhamdulillah tiba juga di rumah ustadz. Sesaat setelah memarkir motor, saya mendekati pintu masuk lalu ngucap salam. Tanpa menunggu lama, ustadz membukakan pintu, sekilas keliatan beliau sudah menunggu sejak tadi atau mungkin belum tidur sama sekali, sorotan matanya tetap tajam seperti habis menghajar raja setan. Tanpa basa-basi saya dipersilahkan masuk dan sudah tersedia minuman hangat diatas meja. “Wuihh.. kayaknya beneran ne mau ngasih si soleha, hee …” ngayal dalam hati.

“Nak, diminum dulu airnya mumpung masih hangat”

“Iya pa, eh..! tadz” dubraks… hampir saja manggil papa, ngayal!! Sedikit gugup saya menghirup pelan air di gelas lalu duduk diam menunggu titah selanjutnya *mirip padepokan Majapahit.

“Begini nak, dua pekan lagi hari raya idul adha, jadi nak diamanahkan sebagai ketua panitia qurban!”

Glek!! perasaan berubah berantakan, jauh tengah malam begini hanya untuk mengatakan itu? Bukanya waktu nelpon tadi bisa? RrrrRrr… sisa air gelas jadi tak beraturan rasanya.

Tak ada penjelasan tambahan, surat kuasa, uang bensin, basa-basi atau foto-foto. Tak juga menunggu di-Usir! Saya pamit dengan perasaan kecewa, salaman tangan ustadz lalu melangkah ke parkiran motor. Subuh dini hari, ada hayalan tinggal hayalan, motor saya pacu (kek kuda!!) menuju kamar idaman, disana bantal dan kasur menunggu. Uahh… ngantuk!! *tengah perjalanan sempat mikir, pengen nusuk perut rampok …
***
Udara panas siang ini mendekati sempurna, apa lagi ditambah amanah tragis semalam dari ustadz, weh .. lumayan! Setelah dzuhur berjamaah, saya duduk mikir-mikir sambil bersandar di kaki penyangga masjid tempat sholat “apa iya ini yang namanya ketaatan?” Ughh.. keragu-raguan menjalankan amanah menumpuk dibenak, siang itu menjadi beban pikiran dan perasaan. melihat saya duduk bengong-bengong sendiri, pak Imam sholat dzuhur tadi menghampiri seakan tahu saya butuh bantuan.

“Ada apa nak? Jangan simpan telan masalah sendiri, nanti stress”

Sedikit senyum saya menanggapi pertanyaan pak Imam “iya pak, saya mau nanya, apa ada ketaatan tanpa ba bi bu?”

pak Imam tersenyum kemudian duduk rapi disebelah saya “Nak, apa yang akan kamu lakukan bila bermimpi tuhan menyuruh leher kamu disembelih? Saat itu, Bila kamu yakin kenabian Ismail, maka kamu juga akan yakin ada ketaatan tanpa ba bi bu seperti yang kamu pikirkan saat ini”

Wuihh.. kalimat pak Imam menginstall pikiran saya, sedikit saja sentuhan kata yang menjawab beban sejak semalam. Benar, amanah ini terlalu kecil untuk dikeluhkan, mungkin ustadz ingin tahu apa saya siap menjalankan atau tidak. Dipanggil tengah malam adalah ujian kesanggupan, sebagaimana mimpi Nabi Ismail dari Tuhan. Amanah ini sangat kecil untuk dikeluhkan dibanding ujian sang Nabi.

Sejak itu fokus target saya adalah bagaimana penyelenggaraan qurban terlaksana dengan baik. Saya kemudian membentuk panitia lalu membagi job kerja, dimulai pembelian hewan yang akan disembelih, penyiapan kantong untuk pembagian daging, dan pembuatan kupon bagi yang berhak mendapatkan qurban. Tidak lupa saya memintakan pak Imam menjadi penanggung jawab motong hewan.
***
Alhamdulillah dua pekan berlalu, amanah dari ustadz saya jalankan dengan baik. Ustadz pun puas atas kerja saya, target daging qurban terbagi merata pada yang berhak. Adapun beberapa kantong untuk panitia, masak dan makan-makanya di rumah ustadz, bumbu-bumbu gulai daging yang diracik si soleha menambah nikmat siang itu ^_^!! *uahh.. idul adha tahun ini begitu berkesan (ting!!)

Hingga satu malam berikutnya, persis waktu dini hari saat ustadz memberikan amanah panitia qurban, Hp berdering, dari jauh nada suara ustadz mengalun tegas, jelas, tak ada sesi tanya jawab meminta saya datang ke rumahnya “sekarang!!” jam dua dini hari saya bergegas menuju rumahnya, tanpa keluhan. Setibanya di rumah Ustadz seperti biasa disambut dengan hangat segelas air tanpa basa basi, saya pun tahu dan siap diberikan amanah apapun bila ini adalah tugas-tugas dakwah. Beberapa saat setelah meneguk air Ustadz mengawali titah

“Nak, hapalan qur’anmu sudah berapa juz?”

Glek!! Hawa berat mulai merasuk, bayang-bayang amanah pemecah otak gentayangan, sambil menelan paksa sisa rasa air gelas saya jawab “baru satu juz tadz… juz 30 tak sempurnah tadz..!$%#$^” *Rrr.. mending jujur sebelum diuji!!

“Gini Nak, tolong hapal tuntas surat Ar-rahman. Dua pekan lagi hapalkan didepan saya sebagai mahar anak saya”

Glek!! Khiiiiiiiiiaaaaaaaaaaaaahhhhuuuuuuuu (*!!*)

Soleha I am Coming ~

Posting kali ini akan saya tulis tentang film yang sempat saya tonton di bulan Desember lalu. Ada beberapa

film-orphan-poster 1. ORPHAN

Nah lhoh! ngeliat cover DVDnya aja horo gini, “ini cerita hantu ya?” tanyaku sama temen yang minjemin. Oh ternyata bukan, berkisah tentang anak yatim yang diadopsi oleh sebuah keluarga muda yang telah mempunyai dua orang anak, seorang anak laki-laki dan seorang lagi anak perempuan tapi lahir tuli. Esther yang anak yatim ini terlihat sang calon ayah di sebuah panti ketika sedang melukis, lukisannya halus dan rapi, tidak seperti anak kebanyakan. Karen Esther terlihat sangat kooperatif sekali, akhirnya pasutri muda ini pun sepakat mengadopsinya. Hari pertama Esther di sekolah yang baru diejek oleh teman-temannya. Dari sini, Esther mulai menyimpan dendam, dan selalu membalaskan dendamnya tersebut kepada siapapun yang menaikkan emosinya. Adik angkat perempuannya yang tuli ini awalnya sangat sayang pada Esther karena ia begitu perhatian, tapi makin lama ia juga menyadari bahwa yang dibuat Esther ini sudah diluar batas, hanya saja ia tidak bisa atau tepatnya tidak berani mengatakannya pada siapapun, hingga pada suatu hari ia berterus terang pada kakak laki-lakinya lewat gambar yang ia lukis. Satu persatu orang dicelakai oleh Esther, mulai dari teman sekolah yang mengejeknya ia dorong dari atas perosotan hingga patah lengan, suster yang merawatnya yang hendak membawanya kembali ke panti dibunuh di tengah perjalanan, adik angkat laki-lakinya yang ia celakai jatuh dari rumah pohon hingga koma dan akhirnya dibunuh juga di ruang ICU RS, sampai ayah angkatnya yang ia cintai. Akhirnya sang ibu mencari tau keberadaan Esther sebelumnya, ternyata Esther bukanlah anak-anak, tapi wanita berusia 33 tahun yang mempunyai kemampuan untuk bersikap seperti anak-anak, tapi ia memiliki kelainan jiwa pernah membunuh keluarganya serumah dan kemudian membakarnya. Pada akhirnya Esther mengamuk di rumah, sampai nyaris mencelakai ibu dan adik perempuannya. The last, Esther meninggal tenggelam di kolam es. Tragis kawan…

Hikmah: makin banyak saja ragam penyakit gangguan jiwa, mental maupun psikis. Hal lainnya, mungkin kalau berniat mengadopsi anak, adopsilah yang berusia di bawah satu tahun atau yang masih bayi sekalian hehe..

film-labor_pains

2. LABOR PAINS

Gak mau dipecat dari pekerjaan?? seburuk apapun pekerjaanmu?? yaa.. hamil saja! hehe, begitulah pengalamannya berbohong pada sang manajer ketika ia hendak dipecat, ya gak sengaja aja mau bilang kalau dia hamil, padahal sih bo’ong abis! Apa boleh buat, nasi udah jadi bubur, terusin aja boongnya. Besok-besok ia belajar gimana caranya jadi bumil (ibu hamil.red), dengan memasang bantal di perutnya agar terlihat ‘nyelendung’. Ternyata sangat menikmati menjadi bumil, mulai dari mendapatkan kursi di bis, mendapat hadiah-hadiah kecil dari teman sekantor, tidak diomelin lagi sama sang penagih sewa rumah, dll. Hingga suatu hari sang manajer pengganti akan membuat buku mengenai kehamilan, mulai dari bagaimana rasanya hamil, apa saja yang dibutuhkan, ya semacam buku chicken shoup gitu. Sayangnya DVD punya teman saya ini agak macet-macet, jadi ada bagian klimaks yang tidak tertonton oleh saya, hingga akhirnya semua tau ternyata dia tidak hamil betulan… wakakakaka sori galz! resensi gak lengkap! Tapi mungkin setelah menonton film ini kamu pasti berpikir ingin segera hamil (hassle) wakakakaka *becanda!*

film-hesjustnotthatintoyou13. HE’S JUST NOT INTO YOU

Awalnya film ini lucu menurut saya. Ada narasi “Bagaimana seandainya dia tidak diciptakan untuk anda?”. Pertanyaan yang mengusik. Meceritakan persahabatan wanita-wanita muda yang gak laku (menurut saya), mulai dari wanita yang betul-betul mengawasi gerak-gerik laki-laki apakah ia suka padanya atau tidak; ada wanita yang jatuh cinta pada suami orang yang pada akhirnya sang laki-laki sadar bahwa wanita itu ataupun istrinya adalah perempuan yang tidak tepat dalam hidupnya; juga ada wanita yang sekian tahun hidup bersama (aka. kumpul kebo), hingga pada akhirnya sang perempuan minta dinikahi secara resmi karena ingin melihat laki-lakinya ini apakah serius berkomitmen, padahal sang pria ini tidak percaya pada komitmen. Lucu sih, penuh intrik, tapi yang namanya film apapun yg ada diotak sang sutradara harus bisa jadi jalan cerita walaupun agak jarang atau mungkin kurang rasional untuk kita yang hidup di timur dunia ini hee..

(idiot)

film-avatar4. AVATAR

Nah, kebetulan kalau film ini nontonnya di bioskop, ditraktir pula hehe. Gegara beberapa hari sebelumnya ngeliat repiunya di tipi, jadi tergoda mau beli DVD bajakannya, eh malah ada yang mau nraktir, yowess. Menceritakan tentang… nah males deh ngereviewnya, udah pada nonton kan?? hehee… (tongue)

Semua film di atas (kecuali Avatar), DVDnya saya pinjem dari kamar kos sahabat saya yang hobi nonton film luar. Thank’s alot Jatzz…

NB: posting di H-6 no idea except the DVDs in my cupboard hihihihi (devil)

Sekarang lagi seneng-senengnya nyari everything about January. Iseng nyari mp3 22 Januari (Iwan Fals), Januari di Kota Dili (Rita Effendi), Januari (Glen Fredly), 11 Januari (Gigi).. heh, apa lagi yak?? *kerjaan gak penting, nona!*

Ngomong-ngomong tentang ‘Nona’, saya jadi inget beberapa kata sapaan yang sering mampir di jidat saya. Suatu hari saya pergi ke toko buku Gramedia saat waktu lagi senggang, hari itu saya baru pulang nge-wifi-gratisan di kampus, tas ransel leppy saya warnanya coklat, saya memakai rok hitam, blus batik kalimantan warna coklat, dan jilbab coklat, dan sepatu pantofel coklat merek… ah gak usah disebutlah nanti dikira sombong (waaahhh..jangan ngiler ya, apalagi sampe dijilat gegara serba coklat hehe..). Saat di pintu masuk, petugas penitipan barang bilang, “Maaf bu, tasnya silahkan dititipkan”, lalu saya laporkan ke tempat penitipan barang kalau ransel yang saya bawa berisi leptop dan membuka ransel itu dihadapannya, dan kemudian saya diijinkan masuk, “Silahkan bu!”, “Terimakasih”, jawabku sambil berlalu. Ngapain sih di sana? ehm, saya nyicil numpang baca novel Paris Pandora yang belum mau saya sanggupi untuk dibeli *jujur mode ON* (devil) .

Yak, cerita tak berhenti sampai di situ sodara-sodara. Beberapa hari kemudian, saya ke sana lagi, tentunya untuk kembali nyicil numpang baca novel itu. Tapi kali ini beda, karena berangkat dari rumah dan tujuannya memang untuk jalan-jalan, maka saya memakai setelan santai (menurut saya). Saya memakai rok warna abu-abu, kaos putih dengan lis merah (pakaian lapangan BSMI hehe), jilbab pink, tas ransel pink, dan sepatu sandal bertali. Di pintu masuk, ada seorang wanita cantik berlabel “Karyawan terbaik bulan ini” tersenyum dan menyapa saya, “Selamat datang, dik!”, lalu saya balas dengan senyuman. Setelah menitipkan tas, sambil menahan sakit perut karena ingin ketawa ngakak sambil jongkok guling ‘n koprol, karena baru sadar, ternyata perfomance saya hari ini tampang anak S-M-A abiieeezzz… (idiot) (lmao)

Sejak hari itu, saya gak mau lagi memadu padankan rok abu-abu dan kaos putih polos, apalagi ditambah dengan ransel pink itu hahahaha, ehm… bukannya gak mau tampil lebih muda, tapi rasanya aneh kalo dipanggil “dik” dan dikira anak SMA, padahal belum sampai seminggu sebelumnya petugas di sana memanggil saya dengan sapaan “bu” hahaha, kalau dipanggil “mbak” saja saya akan lebih lega rasanya hehe…

So, sekarang buat saya warna pakaian menjadi cukup penting untuk diperhatikan, hadduh padahal dulu mah saya cuek saja! (haha) Jadi kalau dalam momen tertentu saya ingin terlihat agak ‘dewasa’, saya akan memakai pakaian serba coklat seperti di atas tadi. Kalau ingin enerjik biasaya saya memakai yang serba biru (tapi bukan biru muda). Kalau ingin agak kelihatan ‘sweet‘ biasanya saya pakai yang berwarna pink atau warna-warna salem (terutama kalau mau ngadep dospem sambil baca mantra wekekeke (goodluck) ). Kalau ingin santai biasanya saya pakai yang polos misalnya kaos putih atau hitam polos. Kalau pakaiannya bermotif, sebaiknya memakai jilbab polos warna senada dengan salah satu warna motif. Dan juga sebaliknya, kalau pakaiannya polos, jilbab bermotif warna senada bisa dipakai. Nah, saya juga pernah dapet nasihat etika memakai bros/pin dari teman yang pernah ikut beauty class, katanya bila ingin memakai bros jilbab di leher jangan memakai bros yang berukuran besar. Lalu nasihat ini saya turuti, dan saya TIDAK MERASAKAN DAMPAK APAPUN wakakakakakakak (lmao) Oh iya satu hal lagi mengenai kaos kaki, dapet nasihat lagi dari beauty class teman saya itu, kalau memakai sepatu maka kaos kakinya harus berwarna senada dengan sepatu atau rok/celana yang dipakai. Pernah gak liat bapak-bapak pake sepatu keren warna item disemir mengkilap, pake celana hitam keren, tapi kaos kakinya warna putih?? Nah menurut pandangan etika, padu padan warnanya tidak pas, walau Charlie Caplin memakai setelan seperti itu hingga ia bisa tenar di dunia fana ini (rock) *Lebay* atau malah bang Caplin gak pernah berkaos kaki ya?? hmm (thinking) However, seharusnya bisa memakai kaos kaki warna hitam juga agar serasi.

Okelah, cukup beauty class hari ini. Hanya sekedar berbagi pengalaman, jangan jadikan tulisan saya ini sebagai kiblat anda mengenai fashion perfomance sehari-hari. Tapi ya kalau mau dilirik-lirik boleh juga huwehehehehe... (funkydance)

Dihaturi kalau ada yang mau menambahi atau mengoreksi mengenai fashion style kali ini, tapi jangan nanya ya karena saya bukan ahlinya (yahoo)

Hari ini 31 Desember, hari terakhir di tahun 2009, numpang ngenet gratis di Pusda (Perpustakaan Daerah) sambil belajar, digerecokin temen yang minta tolong dicariin jurnal, kedinginan di ruangan perpus ini, sekaligus kelaparan karena belum makan siang, ‘terpaksa’ nge-add salah seorang teman jauh yang sombongnya minta ampun (rencana malem ini bakal ngerjain akunnya abis-abisan (devil) , dan membaca note sahabat dimana saya tersindir sangadh karenanya.. hadddoohh haddooohh..

Ya, kira-kira itulah yang saya kerjakan di detik-detik terangnya langit Palembang akhir tahun 2009. Sebetulnya saya tidak suka merayakan tahun baru ini, namun saya gak bermasalah bila momen ini digunakan untuk hal yang positif, toh ini momen yang bagus untuk merefleksi diri sekaligus membuat resolusi maupun targetan di tahun berikutnya, dimana pergantian tahun menjadi patokan satu periode.

Ehm, resolusi tahun-tahun sebelumnya belum pernah saya floorkan ke blog, mungkin saya kurang percaya diri, merasa mimpi adalah suatu hal yang muluk, dan alasan lain-lain. Tapi lain dulu, lain sekarang, dikarenakan banyak membaca buku (cieelaahh..) sekarang harus berani punya mimpi yang dibaca banyak orang serasa pembaca blog ku banyak gitu wkwkwkw. Tidak nanggung-nanggung, hal yang masih rancu pun saya masukkan agar mampu saya wujudkan di tahun ini. Berdasarkan statement Einstain, Tak semua yang dapat dihitung, dapat diperhitungkan, dan tak semua yang diperhitungkan dapat dihitung, maka saya list beberapa resolusi, diurut berdasarkan abjad *jiyaaaahhh…

  • Backpack ke Makassar, main sepuasnya di Trans Studio (banana_rock)
  • Belajar bikin web (music)
  • Belajar masak msakan Palembang (hungry)
  • Bisa markirin mobil di tempat parkir (SIM A udah dapet, jalan udah lancar, tinggal parkir doang) ;-)
  • Buka tabungan haji (worship)
  • Jogging 2 hari sekali (kalo jalan di pinggir sungai belakang rumah udah jadi) (gym)
  • Konsisten nabung buat modal coass dan modal nikah (evil_grin)
  • Menikah ^_^ hahahahyy.. (calonnya belum ada) (brokenheart)
  • Mencari receh-receh rizki (kalo bisa harga serecehnya seratus ribu hahaha) (money)
  • Nyenengin banyak orang (cozy)
  • Lebih rajin baca dan nulis biar bisa nerbitin novel (wwooohaa) (scenic)
  • Lulus Diksar 1&2 Kepanduan B-)
  • Lulus S1 sarjana kedokteran gigi (ngelanjut koas) (goodluck)
  • Tetap istiqomah, menambah hafalan quran, jumlah lembar tilawah, qiyamul lail, dhuha (intinya meningkatkan kekuatan ruhiyah) (dance)

Anyway.. melangkah di tahun baru dengan kepercayaan diri penuh, bismillah, usaha (ikhtiar), tawakkal, dan istiqomah…

:-)) B-) B-) (devil) (funkydance) (yahoo) (banana_rock) (banana_rock) (banana_rock)

Ada kutipan kalimat seperti ini dari sebuah blog sahabat, Mimpi itu adalah kenyataan pertama. Kenyataan itu sendiri adalah kenyataan kedua. Bahkan mimpi yg rendah adalah sebuah kejahatan. Jadi, marilah bermimpi. Energinya luar biasa, Kata Paulo Coelho (dalam Al Kemis), ketika kita memiliki keyakinan akan mimpi, maka semua energi alam semesta akan membantu kita untuk mewujudkannya.

Suatu hari dalam perbincangan pendek (dan perenungan panjang tentunya), seorang sahabat bertanya pada saya, “Coba, sama gak mimpi dengan kenyataan?”. Menurut beliau, mimpi dan kenyataan itu adalah hal yang sama. Coba diingat, ketika kita bermimpi, kita akan merasa berada pada suatu dimensi ruang dan waktu, ada tempat ada orang lain, ada segalanya termasuk bisa disentuh, bisa ngobrol, bisa merasakan bahagia dan takut juga. Ternyata sama halnya dengan kenyataan juga. Kalau kita sedang mendapat mimpi buruk, hal yang lumrah dirasakan misalnya takut, lari terengah-engah, ngeri, bahkan sampai ada yang menjerit, bahkan sampai terbangun ke dunia nyata. Setelah kita bangun dari mimpi tersebut, kita akan bilang, “Untung cuma mimpi!”, dan kelegaan luar biasa karena sudah melampauinya. Nah begitu pula di dunia ini, bisa jadi kita mendapat nasib baik, nasib buruk, rasa bahagia, ketakutan, kelelahan, perjuangan, dan lain-lain. Dan semua yang kita arungi ini akan berakhir pada sebuah titik yang bernama kematian, kemudian di alam yang baru inilah kita akan mendapatkan refleksi apa yang kita kerjakan selama di dunia. Yang tadinya sudah berjuang susah payah, penuh pengorbanan, akan melihat hasil dari yang ia kerjakan. Posisi kenyataan dan mimpi itu tidak ada bedanya.

Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan & bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta & anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning, kemudian menjadi hancur (QS. Al Hadid: 20)

Kita boleh bermimpi ingin mempunyai ini itu, mendapat ini itu, pergi ke sana ke mari, sama halnya juga kita boleh bermimpi ingin masuk syurga. Namun, percuma saja bermimpi, jika tidak ada semangat untuk mewujudkan mimpi itu (Film Sang Pemimpi)

Jadi bermimpilah, karena bermimpi tidak dilarang, sertailah dengan semangat untuk mewujudkan mimpi itu, kejarlah mimpi dengan kemanfaatan bagi banyak umat di dunia, dan janganlah terbuai dengan mimpi kelamaan di atas tempat pijakan. Impian rendah sekalipun diwujudkan dengan langkah kaki. Mimpilah yang mengantarkan Thomas Alva Edison untuk menerangi dunia, mimpilah yang menuntun Wright bersaudara melihat dunia dari atas awan.

Tak semua yang dapat dihitung, dapat diperhitungkan, dan tak semua yang diperhitungkan dapat dihitung. Albert Einstein

Bolehlah Sang Pemimpi ditonton, termasuk yang recomended oleh banyak orang. Walau kehadiran Ariel kata orang janggal, tapi cukup untuk saya karena logat Bujang Melayunya cukup enak didengar. Dan seperti halnya Laskar Pelangi, lagu melayu seperti Bunga Seroja, kali ini menampilkan Fatwa Pujangga yang mampu membuat penonton senyum-senyum karena gaya Arai yang gentleman! Penokohannya juga pas, mulai dari Arai-Ikal kecil, remaja, dan dewasa.

(hassle)

Ikal Kecil : Zulfani

Ikal Remaja : Vikri Septiawan

Ikal dewasa: Lukman Sardi

Arai remaja: Ahmad Syaifullah

Arai dewasa : Nazril Irham (Ariel Peterpan)

Gambar-gambar bersumber di sini hasil gugling

(yahoo)

“Jangan berhenti bermimpi,
karena orang seperti kita
hanya bisa hidup dengan
memperjuangkan mimpi”
- Arai -

Merasa jauh…

Mengapa kita tidak seakrab dulu?

Semua boleh berubah,

dan perubahan itu membuatku kehilangan (lagi) satu sosok ‘kakak’

;-) :-( (tears) (okok) (doh)

Dapat forward dari milis sebelah… (asli, ini ku copas abis! *lagigakadaidebuatpostingbaruhehehe*)


for me its very good reason to ask someone to marry with…
whould you marry me ? ………. huaaaaaaaaaa
cut cut cut ….. manaaaaaaaaa expresinyaaaaaaaaaaaaaa

…click here to read more

Page 1 of 17:1 2 3 4 »Last »
bottom-img